MUSEUM BATIK HERITAG PEKALONGAN

 

MUSEUM BATIK HERITAGE PEKALONGAN

Lailatuz zahro’

laizahro99@gmail.com

Abstrak

Museum menjadi salah satu wadah untuk melestarikan warisan budaya bangsa. Museum Batik Pekalongan merupakan warisan budaya yang menjadi identitas dari kota Pekalongan yaitu Pekalongan “World’s City of Batik”. Mayoritas masyarakat yang tinggal di kota Pekalongan adalah pengrajin batik bahkan Kota Pekalongan turut menyumbang pasokan batik sampai ke mancanegara. Keunikan dan keberagaman corak maupun motif Batik Pekalongan mempunyai ciri khas tersendiri yang membedakan batik Pekalongan dengan batik di kota lain. Batik Pekalongan identik dengan warna-warna cerah sehingga memiliki daya tarik tersendiri untuk semua kalangan. Peran Museum Batik Pekalongan yaitu wadah dalam menjaga warisan budaya agar tidak musnah dan bisa menjadi bukti sejarah bagi generasi yang akan datang. Dengan demikian Museum Batik mempunyai peranan penting sebagai cagar budaya agar tetap lestari, terjaga dan menjadi warisan turun-temurun.

Kata kunci: Museum Batik, Pekalongan.

Pendahuluan

            Secara geografis Kota Pekalongan merupakan kota yang terletak di Pantai Utara Jawa Tengah. Kota Pekalongan adalah salah satu daerah penghasil Batik dan sebagian besar masyarakatnya adalah pengrajin Batik.[1] Dalam upaya pelestarian batik, Museum Batik Pekalongan menjadi sarana pendukung yang sangat penting agar warisan budaya berupa Batik tetap terjaga dan tidak musnah. Corak dan motif dari Batik Pekalongan menjadi keunikan tersendiri bagi setiap masyarakat yang melihatnya. Museum Batik tidak hanya sebagai wadah dalam melestarikan budaya daerah, akan tetapi juga sebagai sarana belajar dan wisata bagi masyarakat Pekalongan dan wisatawan asing dari berbagai kota hingga mancanegara.

Pembahasan

Museum Batik

                     Dokumentasi: 21 Mei 2022

            Museum adalah sebuah Lembaga yang secara aktif mengabdi untuk tujuan menginterpretasikan dunia manusia dengan lingkungan alamnya.[2] Museum Batik merupakan museum yang berada di Pekalongan dan berdiri  pada tanggal 12 Juli 2006. Museum Batik diresmikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Ke-6 Republik Indonesia. Pembangunan Museum Batik tidak terlepas dari upaya masyarakat yang termasuk dalam berbagai kelompok pecinta Batik di Indonesia. Museum Batik menjadi salah satu komponen pendukung UNESCO mengeluarkan sertifikat pengakuan kepada Batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia untuk kategori tak benda, yang memenuhi 3 dari 5 domain yang disyaratkan yakni: tradisi lisan, kerajinan tangan tradisional dan kebiasaan masyarakat. Museum Batik secara khusus mendapatkan predikat “Best Safeguarding Practices” dari UNESCO, yaitu sebagai Lembaga pelestari Budaya Batik dengan memberikan pelatihan membatik kepada masyarakat khususnya bagi kalangan pelajar.

            Museum Batik merupakan satu-satunya museum di Indonesia yang memperoleh predikat ini. Selain itu, Museum Batik juga menjadi satu-satunya museum sejarah di Kota Pekalongan sebagai wadah dalam melestarikan cagar budaya yaitu Batik.[3] Berbagai macam jenis Batik dari berbagai daerah di Indonesia menjadi koleksi dalam museum ini. Koleksi Batik tersebut misalnya Batik Motif Jlamprang yang merupakan Batik dari Pekalongan, Batik Motif Semen Romo yang merupakan Batik dari Surakarta, Batik Motif Sidoasih yang merupakan Batik dari Yogyakarta dan motif lainnya dari berbagai daerah dengan ciri khas yang berbeda-beda. Keanekaragaman corak dan warna batik menjadi bukti bahwa setiap daerah memiliki ciri khas dan nilai seni yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lain sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia. Museum Batik Pekalongan mempunyai 3 ruang pameran, ruang workshop dan perpustakaan. Ketiga ruang pameran berfungsi memperkenalkan pengunjung dengan alat-alat  membatik, bahan-bahan yang digunakan dalam proses membatik dan koleksi batik-batik dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.[4]

   Ruang Pameran, Dokumentasi: 21 Mei 2022                                                                               

                 

Pengenalan Bahan Alami dan Buatan dalam Proses Membatik, Dokumentasi: 21 Mei 2022

           Pengenalan Alat Bahan dalam Proses              Membatik, Dokumentasi: 21 Mei 2022

Koleksi Batik

Batik Pekalongan, Dokumentasi: 21 Mei 2022

                                                             

Ruang Workshop, Dokumentasi 21 Mei          2022 Pekalongan

            Pekalongan merupakan Kota Batik Dunia, ini membuktikan bahawa corak dan motif Batik Pekalongan disukai oleh wisatawan mancanegara. Menurut sejarah, Museum Batik Pekalongan berada di wilayah Pekalongan Baru. dan terletak di daerah pesisir sehingga mempengaruhi perkembangan corak Batik Pekalongan di masa kini. Adapun ciri khas Batik Pekalongan masa kini sebagian besar berwarna cerah, dan motif beragam sehingga semua kalangan bisa memakainya. Batik Pekalongan selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman, hal ini bertujuan agar Batik tetap lestari.

Simpulan

            Museum Batik merupakan wadah cagar budaya dalam melestarikan Batik di Kota Pekalongan. Salah satu faktor yang melatarbelakangi didirikannya Museum Batik yaitu karena mayoritas penduduk di Kota Pekalongan adalah pengrajin Batik. Museum Batik merupakan satu-satunya musem bersejarah yang ada di Kota Pekalongan yang mendapatkan predikat “Best Safeguarding Practices” dari UNESCO, yaitu sebagai Lembaga pelestari Budaya Batik dengan memberikan pelatihan membatik kepada masyarakat khususnya bagi kalangan pelajar. Selain itu, di Museum Batik kita bisa belajar dan mengenal macam-macam motif Batik dari berbagai daerah di Indonesia khususnya dari Pekalongan serta alat dan bahan yang digunakan dalam proses membatik baik Batik cap maupun Batik tulis.

Referensi

Asa, Kusnin. 2021. Batik Pekalongan dalam Lintas Sejarah,. Pekalongan: Paguyuban Pecinta Batik Pekalongan.

Hasil Obervasi, Tanggal 21 Mei 2022 Pukul 10.00. Museum Batik Pekalongan.

Soekardi, Kresno Yulianto. 2015. Peningkatan Kompetensi Manajemen Museum. Pusat Pengembangan SDM Kebudayaan.

Saptono, Bambang 2021. Museum Batik Pekalongan. Pekalongan: UPTD Museum Batik Pekalongan.

 



                [2] Soekardi, Kresno Yulianto, Peningkatan Kompetensi Manajemen Museum, (Pusat Pengembangan SDM Kebudayaan, 2015), hlm. 9.

                [3] Saptono, Bambang, Museum Batik Pekalongan, (Pekalongan: UPTD Museum Batik Pekalongan, 2021), hlm. 8-9.

                [4] Hasil Obervasi, Tanggal 21 Mei 2022 Pukul 10.00, Museum Batik Pekalongan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Usaha

Rumah Kedua

CINTA BERSEMI DI KKN