Buah dari Kebohongan

 Kamis, 16 Juni 2022.


Buah dari Kebohongan

Image by: jagokata.com

Diana adalah seorang murid SMK Jurusan Tata Busana. Dia terkenal sebagai murid yang pandai dalam membuat desain di kelasnya. Suatu hari Bu Isti guru jurusannya memberikan tugas di kelas diana, tugas itu adalah membuat desain “Model Busana Kerja Wanita Muslim Modern”. Tugas itu dikumpulkan minggu depan.

“Diana, akum au diajarin desain sama kamu dong?”, ucap Lala.

“Boleh, tapi nanti sore aja ya?”, jawab Diana.

Sore harinya Lala datang ke rumah Diana, disana Lala belajar desain dan mewarnai. Di kelasnya, Diana dikenal dengan hasil desainnya yang bagus dan unik. Tak jarang jika banyak teman-temannya selalu meminta bantuan pada Diana untuk diajari mendesain, termasuk Lala.

Diana sudah menyelesaikan tugas dari Bu Isti sehari sebelum jadwal pengumpulan tugas. Devi melihat Diana sedang memegang tugasnya. Dalam hati Devi, dia berencana untuk mengambil tugas Diana dan akan mengganti nama dalam tugas itu dengan nama dirinya.

Ketika istirahat tiba, Diana yang kembali melihat dan memegangi tugasnya itu dikejutkan dengan kedatangan Devi secara tiba-tiba.

“Eh Diana, desain kamu baguS”, ucap Devi.

“Terimakasih, tapi kamu berlebihan”, jawab Diana dengan tersipu malu.

Tanpa berpikir panjang, Devi langsung mengambil tugas milik Diana.

“Ini buat aku ya?”

“Jangan Devi, itu tugas aku yang mau aku kumpulin besok”.

Devi tidak menjawab dan langsung kabur dengan membawa tugas desain milik Diana. Diana hanya terdiam, mukanya terlihat begitu sedih. Diana tidak bisa berbuat apa-apa karena Devi adalah anak salah satu Donatur di sekolahnya. Devi terkenal dengan kesombongan dan perilakunya yang suka menyakiti orang lain. Tidak ada yang berani melawan Devi, mereka semua takut pada Devi.

Sepulang sekolah, Diana bingung dan memikirkan bagaimana tugas desainnya itu karena besok adalah hari pengumpulan tugas desain dari Bu Isti. Tiba-tiba Diana teringat, setiap dia mendesain dia selalu menyimpan file hasil desain di laptopnya, dia juga selalu meng-copy hasil desainnya dengan printer di rumahnya. Diana langsung mengambil copy-an desainnya dan kemudian kembali mewarnai dengan pensil warna kesayangannya. Desain Diana selesai tepat jam 7 malam.

Keesokan harinya Diana berangkat ke sekolah diantar oleh Ayahnya seperti biasa. Sesampainya di kelas, Devi melihat Diana dengan tatapan sinis.

Jam pelajaran pertama dimulai. Setelah berdo’a Bu Isti meminta anak-anak untuk mengumpulkan tugasnya.

“Anak-anak silahkan kumpulkan tugas kalian ke depan”. Ucap Bu Isti dengan nada tegas.

“Iya bu”, jawab seluruh anak-anak di dalam kelas.

“ini kenapa tugas Devi dan Diana bisa sama desain bajunya ya? hanya warnanya saja yang berbeda?”, tanya bu Isti dengan heran.

“Maaf bu itu tugas saya, Diana mencuri ide desain saya bu”, Devi menjawab dengan percaya diri.

Diana hanya terdiam mendengar perkataan Devi. Melihat kejadian itu Lala berusaha membela Diana.

“Tidak bu, justru Devi yang mencuri hasil desain milik Diana bu, kemarin saya melihatnya bu. Kalau ibu tidak percaya ibu bisa mengecek laptop Diana bu disana ada file desain bajunya, karena Diana selalu menyimpan hasil desainnya di laptop untuk cadangan bu”, ucap Lala sambil menyodorkan laptop Diana dan menunjukkan file tersebut.

“Sudah jangan ada yang ribut, sini Ibu lihat laptopnya Diana dulu”, jawab Bu Isti sambil mengecek file yang ada di laptop Diana.

Setelah mengecek laptop Diana, Bu Isti melihat file desain baju yang sama dengan tugas Diana dan Devi.

Dari sini Bu Isti bisa mengetahui siapa yang berbohong dan siapa yang jujur.

“Devi ternyata kamu yang mencuri tugas desain milik Diana? kamu tidak boleh berperilaku curang karena itu perbuatan yang tidak baik. Karena kamu berperilaku curang, Ibu akan melaporkan perbuatan kamu ke Kepala Sekolah”, ucap Bu Isti.

Setelah kejadian itu, Devi mendapatkan surat peringatan dan sanksi dari sekolah. Devi diskor selama 1 minggu sebagai sanksi atas kesalahannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Usaha

Rumah Kedua

CINTA BERSEMI DI KKN