Perantara

 Sabtu, 25 Juni 2022.


Perantara

 

Zafran dan Adit adalah dua orang sahabat. Mereka satu jurusan di salah satu Universitas yang ada di Jawa Timur. Kemana-mana mereka berdua selalu bersama, mulai dari berangkat ke kampus, makan dan nongkrong. Zafran berasal dari keluarga yang berada, sedangkan Adit berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Orang tua Adit bekerja sebagai petani di desanya. Adit bisa kuliah di salah satu Universitas di Jawa Timur karena dia pandai dan bisa mendapatkan beasiswa hingga lulus kuliah.

Pertemanan Zafran dan Adit berawal ketika Adit pernah kesulitan keuangan dan Adit tidak bisa membeli buku untuk salah satu mata kuliahnya. Waktu itu kedua orang tua Adit belum bisa mengirim uang karena di desanya sedang mengalami gagal panen. Mendengar hal itu Zafran tak berpikir panjang, ia langsung membantu Adit untuk membelikan buku itu. Zafran juga menawarkan pekerjaan untuk Adit. Sejak saat itu Adit bekerja part time di Resto milik keluarga Zafran sepulang dari kuliahnya.

Suatu hari, Zafran bercerita kalau dia sedang menyukai seseorang, wanita itu dari jurusan sebelah. Zafran meminta bantuan pada Adit untuk menjadi perantara mereka berdua. Saat jam istirahat tak sengaja mereka melihat wanita itu, teman-temannya memanggilnya dengan nama Dinda.

“Maaf kamu Dinda ya?”, tanya Adit di tengah segerombolan wanita.

“Iya, maaf kamu siapa ya? kok kaya sok kenal gitu?”, jawab Dinda dengan ketus.

“Kamu liat laki-laki yang pakai baju kotak-kotak itu?”, tanya Adit sambil menunjuk ke arah Zafran yang tengah berdiri di dekat pintu masuk Gedung.

“Liat, kenapa”, Dinda masih menjawab dengan ketus sambil bermain gawai-nya.

“Dia temanku, Zafran dari anak Bisnis. Dia ingin kenalan sama kamu”.

“Dia? ganteng sih, tapi… gayanya itu lho.., bukan tipeku”.

“Nggak seharusnya kamu bilang kaya gitu. Dia kan cuman mau kenalan, kalau nggak mau kamu bisa bilang aja nggak usah ngomongin temenku. Pesenku satu ya, jangan pernah menilai sesorang dari penampilannya”.

Dengan perasaan kesal, Adit langsung mengakhiri obrolannya dengan Dinda. Dia langsung kembali mneghampiri Zafran yang tengah menunggunya.

“Gimana Dit?”, tanya Zafran penuh semangat.

“Kok kamu bisa suka sama dia sih? kamu itu baik dit, kamu bisa dapetin wanita yang lebih baik dari dia”.

“Maksud kamu gimana Dit? dia nolak kenalan sama aku ya?”, tanya Zafran pesimis.

“Iya Fran”, jawab Adit singkat. Adit tak ingin menjelaskan alasan sebenarnya kenapa Dinda tidak ingin berkenalan dengannya.

“Oh iya, ikut aku yuk? Ada seseorang yang mau aku kenalin ke kamu?”, ajak Adit seraya mneghibur Zafran.

Adit berencana untuk mengenalkan Zafran dengan sahabatnya, Laras dari Jurusan Pendidikan. Laras dan Adit bersahabat sejak SMA. Mereka juga tinggal di Desa yang sama.  Mereka sama-sama melanjutkan di salah satu Universitas di Jawa Timur hanya berbeda Jurusan. Laras adalah anak pak Lurah, dia adalah wanita yang cantik, anggun, lembut dan pintar. Adit bermaksud untuk menjadi perantara antara Zafran dan Laras, karena menurutnya mereka berdua itu cocok.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Usaha

Rumah Kedua

CINTA BERSEMI DI KKN