Perihal Lamaran Kerja
Rabu, 15 Juni 2022.
Perihal Lamaran Kerja
image by: pahamify.com
Setelah menamatkan gelar Sarjana dan memperoleh Ijazah S1, seluruh
lulusan Sarjana berlomba-lomba untuk mencari pekerjaan dan memasukkan lamaran
kerja di berbagai Perusahaan atau Instansi. Ada yang memasukkan lamaran kerja
sesuai dengan jurusan dan bidangnya, adapula yang memasukkan lamaran kerja tidak
sesuai dengan jurusan dan bidangnya. Ini adalah pengalaman pribadi saya ketika
saya lulus S1. Saya memasukkan lamaran kerja di berbagai Perusahaan atau Instansi
seperti Sekolah, Bank, Bimbel, Perusahaan Telekomunikasi dan lainnya.
Berikut ini adalah pengalaman-pengalaman saya ketika saya melamar
kerja:
1) Tidak diterima karena koneksi orang dalam
Saya memasukkan
banyak lamaran kerja ke berbagai Perusahaan atau Instansi. Oleh karena itu, saya
juga sering memperoleh panggilan dan mendapatkan pesan yang berisi jadwal tes
tertulis dan interview kerja. Sesuai dengan pengalaman pribadi saya,
ketika saya mengikuti tes tertulis alhamdulillah saya lolos dan berikutnya saya
mengikuti tes interview sebagai penentuan diterima atau tidak. Akan tetapi
keberuntungan belum perpihak pada saya, saya masih belum diterima di Perusahaan
atau Instansi yang saya lamar. Ketika saya mengikuti tes saya seringkali melihat
pasti ada pelamar yang kenal dengan orang dalam. Dari sini saya bisa
menyimpulkan bahwa sebagian besar Perusahaan atau Instansi lebih mengutamakan pelamar
yang sudah mempunyai kenalan orang dalam. Dan ini yang terkadang membuat saya
malas dan lelah untuk memasukkan lamaran kerja.
2) Tidak diterima karena belum berpengalaman
Banyak calon
pelamar memasukkan lamaran kerja di Perusahaan atau Instansi tidak sesuai
dengan jurusan dan bidangnya. Hal ini juga berlaku pada diri saya. Walaupun saya
kuliah di Jurusn Pendidikan, saya sering memasukkan lamaran kerja ke Perusahaan
atau Intansi dengan posisi yang tidak sesuai jurusan saya. Walaupun lamaran
kerja yang saya masukkan berbeda jauh dengan jurusan saya setidaknya saya masih
termasuk kedalam kualifikasi yang dibutuhkan, sehingga saya berminat untuk
mendaftar kerja di posisi tersebut. Akan tetapi setelah saya lolos tes tertulis
dan interview, lagi-lagi saya masih belum diterima. Kali ini karena
Perusahaan atau Instansi mencari pelamar yang sudah berpengalaman dalam
bidangnya. Bahkan sampai sekarang saya sendiri masih bingung, kenapa orang yang
belum berpengalaman seringkali ditolak dan tidak diberi kesempatan ketika
melamar kerja. Menurut saya seharusnya orang yang belum berpengalaman berhak
untuk diberikan kesempatan yang sama selagi mereka termasuk dalam kualifikasi
yang dibutuhkan, karena melalui proses itu seseorang bisa memiliki pengalaman. Bagaimana
seseorang itu bisa berpengalaman jika tidak pernah diberikan kesempatan?
Itulah beberapa
pengalaman saya ketika saya melamar kerja di berbagai Perusahaan atau Instansi.
Jika kita belum mendapatkan rezeki berupa pekerjaan yang baik, kita harus
percaya kalau Allah sudah menyiapkan rezeki yang lebih baik. Jangan lupa untuk selalu
berusaha, berdo’a dan tawakal atas apa yang sedang kita jalani. Semoga segera
ada kabar baik dan hasil terbaik. Aamiin..
Komentar
Posting Komentar