Rumah Kedua

 Minggu, 26 Juni 2022.


Rumah Kedua

 

Menjadi salah satu Kabupaten yang mendapat julukan “Bumi Sukowati” ini terletak di lembah daerah aliran sungai Bengawan Solo. Kabupaten Sragen merupakan salah satu Kabupaten yang berbatasan dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebuah Daerah dengan aneka ragam relief mampu menyegarkan panca indra  dan menenangkan segala penat yang melekat. Pegunungan kapur yang membentang dari timur ke barat terletak di sebelah utara Bengawan Solo dan dataran rendah yang tersebar di seluruh Kabupaten Sragen.

ASRI (aman, sehat, rapi, indah) itulah semboyan untuk daerah ini. Faza lahir di Sragen dan menyelesaikan Pendidikannya dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Faza adalah anak yang rajin, pandai, pekerja keras dan teguh pendirian. Karakter keagamaan yang melekat pada dirinya tak lepas dari didikan kedua orang tuanya terutama abahnya. Abahnya termasuk salah satu tokoh agama di desanya. Karena berasal dari keluarga yang paham agama, abahnya berharap anak-anaknya tidak hanya memahami ilmu umum atau ilmu agama saja tetapi kedua ilmu tersebut harus seimbang. Oleh karena itu, setelah lulu SMP, Faza melanjutkan ke salah satu Madrasah Aliyah Negeri yang ada di Jawa Timur yang sekaligus ada pondok pesantrennya. Pilihannya itu sesuai dengan kata hati Faza dan dukungan dari orang tuanya.

Setelah lulus dari MAN dan Pondok Pesantren di Jawa Timur, Faza berencana untuk kembali ke Jawa Tengah dan mencari kampus terbaik yang dia inginkan. Dengan keberhasilan yang dia raih menjadi lulusan terbaik mampu membawa Faza masuk dan diterima di salah satu Universitas NegeriTerbaik di Yogyakarta dengan jalur Beasiswa. Selama Faza menempuh Pendidikan Sarjana dia benar-benar fokus untuk belajar ilmu umum di kampus dan belajar ilmu agama di asrama. 

Faza termasuk salah satu mahasiswa yang aktif di organisasi kampus. Di tengah kepadatan jadwal kuliah dan kegiatan yang dia ikuti di kampusnya, Faza mampu menyelesaikan Pendidikan S1 tepat waktu dan lulus dengan predikat cumlaude. Setelah memperoleh gelar Sarjana, Faza diterima kerja menjadi dosen di salah satu Universitas Swasta yang ada di Yogyakarta. Disinilah Faza mulai mengimplementasikan ilmu yang dia perolah di bangku kuliah untuk pekerjaan yang dia jalani saat ini.

Di Kota Yogyakarta ini selain Faza bekerja sesuai dengan gelar dan passion-nya , dia juga melanjutkan Pendidikan S2 sebagai bekal dalam mengajar. Setiap hari Faza menjalani hari-harinya dengan penuh semangat dan bahagia. Bagi Faza Kota Yogyakarta sudah seperti rumah kedua baginya. Kota Sejuta Kenangan ini mampu mengajarkan banyak pengalaman hidup untuk dirinya yang selama ini belum dia dapatkan ketika masih tinggal bersama orang tuanya. Semenjak Faza melanjutkan ke Madrasah Aliyah Negeri hingga bekerja menjadi dosen di Yogyakarta membuat Faza hanya bisa mudik ke kampung halaman ketika Lebaran saja. Setiap tahun Faza selalu mengupayakan untuk pulang ke kampung halaman dan melepas rindu bersama keluarganya di rumah.

Mendekati Libur Lebaran Faza selalu menerima pesan masuk dari uminya. Umi Faza selalu mengirimkan pesan melalui nomer whatsApp-nya.

“Nak, nanti mudik?.” Tanya Umi memastikan anak-anaknya.

“Iya umi, doakan Faza semoga perjalanan mudik nanti dilancarkan”, Jawab Faza seraya memastikan bahwa H-2 Lebaran nanti dia akan pulang ke kampung halaman.

“Iya nak, aamiin. Umi tunggu di rumah.”

Seperti biasa Faza mudik menggunakan transpostasi kereta api dari Yogyakarta menuju ke Solo. Ketika akan mudik Faza selalu semangat dan bahagia karena ketika sampai di rumah nanti dia akan melepas rindu bersama abah, umi dan kedua adiknya sambil menyantap masakan berbuka yang sudah disiapkan khusus oleh umi yang menjadi favorit di keluarganya.

 

Komentar

  1. moment mudik selalu menyenangkan ya, bertemu dengan keluarga yang lama tak bersua

    BalasHapus
  2. Kebayang rasanya brkmpul brsama klrga, melepas rndu dan saling brbgai kisah

    BalasHapus
  3. wah....kangennya lah q naek kereta tapi.😁😁

    BalasHapus
  4. Lebaran selalu menjadi moment yang indah untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan orang2 yg kita cintai

    BalasHapus
  5. Ahhh Jogja .bikin kangen aja sama kota kedua ku itu .. Rinduuuuu

    BalasHapus
  6. Belum pernah ke Jogja. Pasti seru di sana

    BalasHapus
  7. Kalau boleh jujur, saya iri ketika orang lain pulang kampung. Alm Bapak orang selayar, tidak memungkinan tiap lebaran kesana (ongkosnya mahal banget). Sedangkan ibu orang Jakarta. Setiap lebaran tetangga banyak yang pulang kampung, eh saya malah jaga kampung, hehehe

    BalasHapus
  8. Semoga Faza menjadi anak yang saleh dan berhasil mewujudkan cita-citanya serta menjadi kebanggaan orang tua

    BalasHapus
  9. kalau pas ke jogja dan kehabisan tiket pesawat dari bali yang langsung jogja, maka alternatif bahkan sejak bandara jauh aku lebih suka ke Jogja lewat bandara solo. naik tram hanya 8 ribu ke stasiun tugu apalagi jalur kereta dari Adisumarmo juga sudah di buka jogja solo klaten, kota kenangan buatku

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Usaha

CINTA BERSEMI DI KKN