Tanpa Sengaja
Kamis, 30 Juni 2022.
Tanpa Sengaja
Hari ini adalah hari pertama Nesya bekerja sebagai seorang Customer
Service di Perusahaan. Menjadi pribadi yang cerdas, ramah, mudah
bersosialisasi, mempunyai komunikasi yang baik, membuat dirinya tak pernah merasa
kesulitan menjalankan tugas sebagai Customer Service. Nesya termasuk pegawai
baru sehingga masih banyak pegawai lainnya yang belum mengenal dirinya.
Suatu hari Pimpinan akan mengadakan syukuran dengan seluruh pegawai
dan karyawan di jam makan siang. Sebagai pegawai baru Nesya masih merasa
canggung dengan rekan kerja lainnya.
Jam makan siang tiba, seluruh pegawai sudah berkumpul dan duduk di
meja yang sudah dipesan oleh Ibu Pimpinan. Dalam acara syukuran tersebut, Ibu
Pimpinan memperkenalkan seorang laki-laki sebagai Wakil Pimpinan yang baru.
Laki-laki itu bernama Ridho. Sambil menunggu pesanan datang, Ibu Pimpinan
meminta Ridho untuk memperkenalkan diri di depan seluruh rekan kerjanya. Semua
mata tertuju pada sosok Ridho. Seorang laki-laki tampan, cerdas dan
berkharisma. Seluruh pegawai perempuan sibuk memperhatikan Ridho termasuk
Nesya. Bagi Nesya, Ridho seperti calon suami idaman yang di setiap do’a dan
harapannya. Saat Ridho memperkenalkan diri, Ridho selalu menatap ke arah Nesya.
Seorang perempuan cantik, cerdas dan lembut. Setiap orang yang memandang Nesya
pasti akan merasa teduh dan ingin terus memandanginya, karena tatapan Nesya
yang begitu hangat.
“Kamu kenapa Nes? Kok kaya salting gitu?”, tanya Rena seorang
pengantin baru yang menjadi teman pertama Nesya.
“Eh enggak, nggak ada apa-apa kok”.
Setelah acara makan siang selesai, seluruh pegawai dan karyawan langsung
kembali ke kantor dan kembali bertugas. Ketika Nesya menuju pintu keluar cafe,
tanpa sengaja Nesya menabrak seseorang. Ternyata orang yang Nesya tabrak adalah
Ridho. Nesya diam tanpa kata. Dia tak percaya jika laki-laki di depannya adalah
Wakil Pimpinannya itu.
“Nes kamu kenapa?”, tanya Rena sambil menepuk pundak Nesya.
“Eh iya, maaf ya pak?, saya bener-bener nggak sengaja.Tadi saya
buru-buru karena takut terlambat ke kantor.” Ucap Nesya panik.
“Iya tidak apa-apa lain kali kalau jalan hati-hati. Untung saya
tidak jatuh, kalau jatuh saya bisa dibawa ke Rumah Sakit, ucap Ridho diakhiri
dengan senyum.
Nesya tak menyangka jika laki-laki itu tidak secuek yang dia
pikirkan. Laki-laki itu ternyata ramah dan suka bercanda.
Semenjak peristiwa itu, hubungan Nesya dan Ridho menjadi semakin akrab.
Karena mereka berdua sama-sama masih single, tak jarang jika mereka
sering keluar makan siang bersama. Nesya tak menyangka jika sampai saat ini dia
bisa menjadi satu-satunya perempuan yang dekat dengan Ridho.
Komentar
Posting Komentar