Terlihat Abu-abu

 Jum'at, 24 Juni 2022.


Terlihat Abu-abu

 

Awan di langit sore ini tak menampakkan warna biru yang cerah, melainkan terlihat abu-abu. Katanya mendung belum tentu akan hujan, tetapi sore ini langit terlihat sangat mendung dan sebentar hujan akan turun. Ini adalah prediksiku, seperti ramalan cuaca yang kemungkinan bisa benar kemungkinan bisa tidak.

Rintik hujan membasahi jalanan sore ini. Aroma tanah mulai tercium terbawa hembusan angin. Dari sudut jalan terlihat anak kecil sedang bermain dan menari di bawah tetesan air hujan. Terlihat bahagia, tertawa lepas seperti taka da beban. Sungguh indah masa kecilnya, jauh berbeda dengan Lisa. Masa kecilnya yang selalu dia habiskan di dalam rumah. Sekalinya keluar hanya untuk berangkat ke sekolah. Setiap hari lisa hanya sibuk belajar, belajar dan belajar, itulah didikan orang tuanya. Orang tua Lisa ingin Lisa menjadi anak yang pintar dan membanggakan.

Di usianya yang sudah menginjak remaja, terkadang dia suka protes karena menurutnya dia sudah kehilangan masa kecilnya yang sangat indah. Masa yang seharusnya dia habiskan dengan bermain bersama teman-temannya. Dari dulu Lisa ingin sesekali keluar rumah, bermain dengan teman, bersepeda dan melakukan beberapa aktivitas di luar rumah termasuk bermain di bawah rintik hujan seperti anak kecil yang ia lihat kemarin sore.

Tanpa sepengetahuan Lisa, ternyata ibunya sudah berada di depannya, menghampirinya yang sedang duduk di ruang tamu sendirian. Ibu Lisa datang dengan membangunkan khayalan Lisa.

“Lis, ini udah jam 05.30 lho? kamu kan harus siap-siap ke sekolah?”, sambil menepuk pundak Lisa.

“Eh ibu, iya bu Lisa lupa, hehe”.

“Anak gadis nggak boleh banyak ngelamun, kamu ngelamunin apa si?, tanya ibu Lisa dengan tatapan curiga.

“Enggak bu, Lisa nggak ngelamunin apa-apa kok. Lisa cuman berkhayal aja, hehe. Yaudah Lisa mau siap-siap dulu”, dengan buru-buru dia mengakhiri pembicaraannya.

Lisa tak ingin menceritakan khayalannya itu pada ibunya. karena dia tahu kalau ibunya sudah membahas suatu topik, itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan dia akan terlambat jika menceritakannya. Lisa mengerti tak seharusnya dia selalu mempersoalkan masa kecilnya dulu pada ibunya. Lisa percaya bagaimanapun masa kecilnya dulu karena ibunya ingin yang terbaik untuk Lisa. Dan benar, berkat didikan dan pola asuh dari ibunya, Lisa selalu berhasil menjadi juara kelas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Usaha

Rumah Kedua

CINTA BERSEMI DI KKN