Asa dan Karya

 Rabu, 27 Juli 2022.

Asa dan Karya

Di sudut perkampungan kecil berdiri sebuah rumah sederhana berdinding pagar bambu. Jika dilihat-lihat rumah ini sepintas seperti rumah yang lama tidak ditempati oleh pemilik rumah karena kondisi atap dan dinding yang tidak pernah diperbaiki. Rumah yang seharusnya menjadi tempat tinggal paling nyaman bagi setiap orang namun ini tidak berlaku untuk Rifan dan keluarganya. Rifan berasal dari keluarga yang sangat sederhana, kedua orang tuanya bekerja sebagai pengumpul barang-barang bekas.

Rifan sekolah di salah satu Sekolah Menengah Pertama tak juah dari tempat tinggalnya. Walaupun ekonomi keluarga Rifan bisa dikatakan pas-pasan, akan tetapi tekad kedua orang tuanya yang menginginkan Rifan bisa menempuh pendidikan yang lebih baik dari orang tuanya begitu besar. Setiap pulang sekolah, Rifan membantu orang tuanya mencari barang-barang bekas untuk kehidupan mereka sehari-hari.

Suatu ketika di sekolahnya, Rifan dan teman-temannya mendapatkan tugas dari gurunya untuk membuat prakarya dari barang bekas. Rifan bingung dan dia menceritakan tugas dari gurunya itu dengan ibunya di rumah. Rifan adalah anak yang sangat dekat dengan ibunya, tak jarang jika dia selalu menceritakan apapun kepada ibunya termasuk tugas prakaryanya itu.

“Bu, Rifan ada tugas prakarya di sekolah dan dikumpulkan minggu depan.”

“Prakarya apa nak?”

“Membuat produk dari barang bekas bu. Kita harus bisa memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai agar menghasilkan suatu produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual.”

“Kamu buat semacam tabungan dari bambu bekas saja nak.”

Rifan berencana untuk membuat tabungan dari bambu bekas sesuai saran dari ibunya. Kebetulan ada tetangga dekat rumahnya yang sangat baik hati sedang merenovasi rumah. Rifan diberi beberapa potongan bambu. Alat dan bahan yang diperlukan sudah disiapkan oleh Rifan. Setelah sekitar tiga jam, dia berhasil menyelesaikan tugas prakaryanya dengan bagus. Dia membuat sebuah tabungan dari bambu dengan hiasan kain perca yang menambah kesan unik dan menarik. Hasil prakarya Rifan benar-benar tidak terlihat seperti produk dari barang bekas. Dia berhasil memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai dan menghasilkan produk yang cantik.

Hari ini hari pengumpulan tugas prakarya. Rifan dan teman-temannya mengumpulkan tugas di meja depan untuk dinilai.

“Rifan, tugas kamu bagus sekali, unik dan  kreatif.” Ucap Bu guru memuji.

“Wah.. iya, benar sekali bu, bagus banget tugas Rifan.” Sambung teman Rifan memuji.

“Oiya gimana kalau nanti kelas kita mengikuti pameran yang akan diadakan oleh pak Lurah bulan depan di lapangan dekat Balai Desa? Kebetulan akan ada pameran umum, jadi setiap sekolah bisa ikut berpartisipasi dan memasarkan produknya di pameran itu.”

“Tapi kami tidak bisa membuat produk seperti milik Rifan bu?” Ungkap ketua kelas.

“Tidak apa-apa, nanti kalian semua bisa belajar dengan Rifan. Kalian semua harus bekerja sama untuk pameran nanti. Bagaimana Rifan?”

“Baik bu. Saya akan membantu teman-teman bu.” Jawab Rifan.

Waktu berjalan begitu cepat. Setiap pulang sekolah, Rifan dan teman-temannya belajar membuat tabungan untuk pameran nanti. Tak terasa lusa adalah hari pelaksanaan pameran. Rifan dan teman-temannya sedang sibuk mempersiapkan semua produk yang akan mereka jual saat pameran berlangsung. Hari ini adalah hari pertama pameran dimulai. Suasana begitu sangat ramai oleh pengunjung dari berbagai kalangan. Banyak pengunjung dari kalangan orang-orang besar dan terpandang. Beberapa tokoh masyarakat mendatangi stand sekolah Rifan. Mereka tertarik dengan produk-produk yang dibuat oleh Rifan dan teman-temannya. Menurut mereka, untuk seusia Rifan dan teman-temannya mereka hebat karena sudah bisa membuat produk yang unik, cantik dan menarik.

Sekolah Rifan termasuk salah satu sekolah yang belum cukup memadai untuk sarana dan prasarana. Beberapa tokoh masyarakat tersebut berencana akan membantu sekolah Rifan untuk melengkapi beberapa sarana dan prasarana di sekolah. Mereka juga akan membantu Rifan dan teman-temannya untuk mengembangkan bakat mereka agar mereka bisa menjadi seorang wirausaha yang sukses di kemudian hari. Semoga dengan bantuan dan dukungan dari para tokoh masyarakat bisa membawa sekolah RIfan menjadi sekolah yang lebih dikenal banyak orang dan tentunya menjadikan sekolah yang mampu mencetak orang-orang hebat.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Usaha

Rumah Kedua

CINTA BERSEMI DI KKN