Batik Amarah
Minggu, 24 Juli 2022.
Cerpen yang berjudul Batik Amarah
merupakah sebuah tulisan nonfiksi karangan Dian Fajar RA, seorang anggota ODOP batch
5. Cerpen ini dimuat di laman ngodop.com pada
tanggal 15 September 2021.
Pertama kali saya berkunjung ke laman ngodop.com saya benar-benar penasaran kisah
dibalik cerpen ini. Dilihat dari judulnya saja akan timbul banyak pertanyaan “Mengapa
penulis mengambil judul Batik Amarah sebagai judul dalam cerpen ini?”.
Cerpen Batik Amarah menceritakan tentang seorang wanita yang
mengalami kekecewaan karena penghianatan seorang laki-laki yang sudah merenggut
kehormatan dan menghancurkan masa depannya.
Kisah ini bermula saat seorang ibu datang ke rumah seorang wanita untuk
memesan batik yang akan digunakan untuk acara seserahan puteranya. Malamnya wanita
itu langsung mempersiapkan untuk membuat pola. Batik bertemakan amarah dengan motif naga menjulurkan api ke mana-mana.
Di sisi kanan dan kiri naga itu ada beberapa bunga mawar, tapi mahkota bunganya
berguguran. Di ranting yang tersisa hanya beberapa lembar saja. Bunga mawar
yang selalu diberikan laki-laki itu kepada wanita pembuat batik setiap mereka
berjumpa. Wanita itu berharap laki-laki itu tak pernah lupa. Lalu di atas
gambar naga dengan juluran apinya, daun waru layu berguguran, sebagai simbol
cinta yang tak nyata. Tepi daunnya bergeligir seperti dimakan ulat. Kemudian
wanita itu memberi warna batiknya dengan warna merah, semerah darah.
Sehari sebelum wanita itu menyelesaikan batik
pesanan ibu laki-laki itu, laki-laki itu datang ke rumah wanita pembuat batik. Wanita
itu mengira kalau laki-laki itu datang untuk mengambil batik yang dipesan oleh ibunya,
eh ternyata dia datang untuk memberi kabar tentang pernikahannya. Laki-laki itu
kaget ternyata wanita itu telah mengetahui kabar pernikahannya lebih dulu. Amarah
wanita itu semakin menjadi-jadi tatkala melihat kedatangan laki-laki itu hanya
untuk sekedar mengucapkan kata maaf. Keesokan
harinya laki-laki itu datang ke rumah wanita pembuat batik untuk mengambil batik
pesanan ibunya sesuai yang dijanjikan oleh wanita itu. Lalu wanita itu mengajaknya
ke halaman dekat pohon mangga. Wanita itu melemparkan batik pesanan ibunya di
atas kobaran api yang telah ia siapkan sebelumnya. Wanita itu berharap agar
semua kenangan yang membuat amarahnya membuncah pun ikut sirna. Namun wanita
itu tidak bisa mengendalikan amarahnya, Tanpa ia sadari tangannya telah
menancapkan pisau yang ia simpan di balik baju ke arah laki-laki itu.
Saya memilih cerpen Batik Amarah karena judulnya unik, ceritanya menarik,
gaya bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dipahami. Selain itu kisah dalam
cerpen ini mewakili fakta-fakta yang ada di masyarakat.
Unsur Intrinsik dalam Cerpen
Batik Amarah
1. Tema
Cerpen Batik Amarah bertemakan tentang kisah seorang wanita yang
mengalami kekecewaan karena penghianatan seorang laki-laki di masa lalunya yang
sudah merenggut kehormatan dan menghancurkan masa depannya.
2. Alur
Alur dalam cerpen Batik Amarah menggunakan alur maju-mundur atau
alur campuran. Dimana penulis menggambarkan keadaan tokoh “aku” di masa
sekarang dengan kejadian di masa lalu.
3. Sudut
Pandang
Sudut pandang yang digunakan dalam cerpen Batik Amarah ialah sudut
pandang orang pertama sebagai pelaku utama. Dimana penulis menggunakan kata
ganti orang pertama yaitu “aku” sebagai tokoh utama dalam cerita.
4. Latar
Latar tempat yang mendominasi cerpen Batik Amarah ialah rumah tokoh
utama sebagai “aku”. dimana penulis menggambarkan beberapa bagian tempat yang
ada di rumah tokoh “aku”, seperti ruang membatik dan pekarangan tepi halaman.
5. Amanat
Amanat dalam cerpen Batik Amarah ialah jangan mudah mempercayai
perkataan orang lain, harus selalu berpikir sebelum bertindak, harus lebih mendekatkan
diri kepada Tuhan agar dijauhkan dari hal-hal buruk dan selalu berusaha mencari
jalan keluar atau solusi terbaik di setiap permasalahan yang sedang dihadapi.
6. Gaya
Bahasa
Gaya bahasa yang digunakan dalam cerpen Batik Amarah sederhana, ringan
dan mudah dipahami. Adapun dalam penggunaan gaya bahasa terdapat beberapa majas
didalamnya. Dimana penulis menggambarkan cerita dengan gaya bahasa lebih dari
satu majas. Contoh gaya bahasa dalam cerpen ialah menggunakan majas hiperbola
dengan mengungkapkan sesuatu secara berlebihan, seperti “Uap panas menjilati wajahku, seperti
sulur-sulur kemarahan menjilati sudut hatiku. Sampai kapan diriku terbakar api kemarahan
seperti ini? Aku merutuk dalam hati. Karena sesungguhnya aku tak mau
menjadi arang atas api kemarahanku sendiri”. Selain itu penulis juga menggunakan
majas repetisi dengan mengulang kata-kata dalam suatu kalimat, seperti “Kain
batik itu aku celup lagi, dianginkan lagi, dicelup lagi, dianginkan lagi,
dicelup lagi, dianginkan lagi”.
7. Tokoh
dan Penokohan
Tokoh
utama dalam cerpen Batik Amarah ialah “aku”. Dimana penulis menggambarkan tokoh
“aku” sebagai pelaku utama cerita dengan watak pendendam dan suka menyimpan
amarah. Selain itu juga ada tokoh “kamu” yang digambarkan oleh penulis sebagai
seorang laki-laki di masa lalu tokoh “aku” dengan watak pembohong, suka
mengumbar janji dan tidak bertanggung jawab. Serta tokoh “Ibu” yang digambarkan
oleh penulis sebagai Ibu dari laki-laki di masa lalu tokoh “aku” dengan watak
sombong dan suka merendahkan orang lain.
Unsur Ekstrinsik dalam
Cerpen Batik Amarah
1.
Nilai
Budaya
Nilai budaya dalam cerpen Batik Amarah ini digambarkan oleh penulis
dengan menjelaskan proses pembuatan Batik secara berurutan dan jelas melalui
cerita.
2.
Nilai
Agama
Nilai agama dalam cerpen Batik Amarah
digambarkan oleh penulis melalui sebuah perkataan dalam cerita seperti “Memang
benar, tak baik laki-laki dan perempuan yang bukan mahram hanya berdua saja”,
disni dijelaskan bahwa dalam agama Islam laki-laki dan perempuan yang bukan
mahramnya sangat tidak diperbolehkan berada dalam satu ruangan berdua saja.
Ulasannya Bagus banget kak, aku awalnya juga mau ambil cerita ini wkwk. Bingung antara batik amarah atau pelarian wkwk, secara temanya hampir mirip, yang membedakan adalah kondisi tokohnya saja.
BalasHapusAku jadi penasaran sama cerpennya loh
BalasHapusulasannya bagus, menggambarkan isi cerpen, membuat pembaca tertarik untuk membaca cerpennya termasuk saya
BalasHapusWohhooo, ulasannya keren banget kak. Jadi tambah wawasan mengenai majas yang dibahas dalam artikel. Mantap :)
BalasHapusulasannya komplit banget, keren
BalasHapusJadi penasaran sama cerpennya.. ulasannya bagus banget dek..
BalasHapusWow... Reviu nya keren nih kaka, paket komplit deh pokoknya..
BalasHapusUlasannya lengkap bingit nih, sebagai guru udah dapat nilai excelent nih kak, sempurna.
BalasHapuspelampiasan rasa kesal yang luar biasa dari seorang wanita
BalasHapus