Cerbung: Meraih Impian-Part 1
Kamis, 21 Juli 2022.
Cerbung: Meraih Impian-Part 1
Seorang anak laki-laki berlari-lari menuju ke sebuah sekolah. Dia
berlari kencang karena takut kalau pintu gerbang sekolah sudah ditutup. Sambil terengah-engah
dia berteriak.
“Pak tunggu jangan ditutup dulu.”
Pak Atmo itu adalah nama seorang penjaga sekolah. Pak Atmo sampai
kaget mendengar teriakan Gilang. Gilang berhenti di depan Pak Atmo, dia mengucapkan
terimakasih karena dia diperbolehkan masuk ke sekolah.
“Tumben Gilang, kamui datang terlambat? Biasanya kan kamu naik
sepeda?” tanya Pak Atmo
“Begini Pak, ban sepeda saya bocor. Jadi saya harus jalan kaki.” Jawab
Gilang sambil membungkukkan badan mohon pamit masuk ke kelas.
Pagi itu ruang kelas ramai, anak-anak sedang berkumpul. Tiba-tiba Ardi
teman sebangku GIlang mengatakan sesuatu.
“Oh iya Gilang, nanti ada seleksi perwakilan untuk POPDA. Kamu ikut
ya sebagai perwakilan kelas kita.”
Gilang siswa kelas VII dan dia ditunjuk oleh guru dan teman sekelasnya
untuk ikut seleksi. Teman-teman Gilang yakin kalau Gilang bisa lolos seleksi.
Setelah jam istirahat kedua, anak-anak yang akan mengikuti seleksi
diminta untuk berkumpul di lapangan. Mereka mendapat pengarahan dari Bapak dan
Ibu Guru. Gilang mengikuti seleksi lomba lari.
Anak-anak bersiap-siap, Bapak Guru memberikan aba-aba.
“1…., 2…., 3…., mulai!”
Ada sekitar 10 anak berlari dengan cepat. Teman-teman Gilang datang
untuk memberikan semangat. Gilang berlari dan terus berlari. Satu persatu
teman-temannya tertinggal di belakang dan akhirnya Gilang yang sampai terlebih
dahulu di garis finish.
“Hore…., GIlang….,” teman-teman Gilang bersorak-sorak gembira.
Gilang ikut senang, akhirnya dia yang terpilih untuk mewakili lomba
lari di tingkat SMP se-Kota.
Saran dari guru yang akan melatih, dia harus jaga kesehatan dan
rajin berlatih. Dengar-dengar anak-anak perwakilan dari SMP lain itu larinya cepat
sekali. Dia harus berlatih dengan giat.
Sampainya di rumah, Gilang bercerita dengan kedua orang tuanya
kalau dia terpilih sebagai perwakilan sekolah untuk mengikuti lomba lari
tingkat Kota. Ayah Gilang merasa senang dan berjanji akan melatih Gilang.
Pagi hari setelah sholat Subuh, Ayah Gilang mengajak Gilang untuk jogging
dan Latihan pernafasan agar larinya bisa cepat. Setiap pagi Ayahnya dengan
sabar mendampingi Gilang untuk berlatih lari.
Di suatu sore Ayah, Ibu dan Riko adik Gilang sedang duduk menunggu
Gilang pulang latihan di sekolah. Saat Gilang datang, semuanya jadi senang.
“Nah Gilang udah datang. Ayo kita siap-siap untuk ke lapangan.” Kata
Ayah Gilang.
“Sebentar Pak, biar Gilang istirahat dan makan dulu.” Kata Ibu
kemudian.
“Kita jadi latihan di lapangan Pak?” tanya Gilang.
“Iya jadi dong, semua sudah siap tinggal nunggu kamu aja.”
“Sekarang saja kita pergi ke lapangannya Pak?” Ucap Gilang penuh
semangat.
Saat Gilang dan keluarganya sampai di lapangan, disana sudah ramai.
Rupanya teman-teman Gilang sudah berkumpul di lapangan dekat rumahnya. Hari ini
Gilang latihan terakhir karena lusa dia sudah harus bertanding membawa nama
sekolah.
“Gilang sudah siap?” tanya Angga.
“Siap.” Jawab Gilang penuh semangat,
Aba-aba untuk kali ini berbeda. Angga menyalakan petasan kecil. Gilang
itu paling takut ketika mendengar suara petasan. Begitu mendengar suara
petasan, dia langsung lari sekencang-kencangnya. Dia melesat seperti bayangan. Teman-temannya
bersorak-sorak memanggil namanya sambil bertepuk tangan riuh sekali.
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Pagi itu semua persiapan
telah selesai. Anak-anak peserta lomba berkumpul di halaman sekolah. Bapak
Kepala Sekolah memberikan kata sambutan dan doa untuk memberikan semangat kepada
anak-anak didiknya yang akan bertanding di POPDA.
Komentar
Posting Komentar