Cerbung: Sepenggal Kisah Usang-Part I
Rabu, 13 Juli 2022.
Cerbung: Sepenggal Kisah Usang-Part I
Sebut saja dia Dona. Seorang gadis yang masih berstatus sebagai
pelajar kelas XI di salah satu Sekolah Penengah Pariwisata dari jurusan Tata
Boga. Dona itu anaknya introvert, tidak pandai bergaul dan tidak mudah
akrab dengan orang baru. Namun demikian, dia punya satu teman baik yang sudah
dia kenal dari awal masuk Sekolah Menengah Pariwisata. Teman baiknya bernama
Vina. Bisa dibilang Vina itu sifatnya berbanding terbalik dengan Dona. Vina adalah
sosok yang mudah bergaul, aktif dan kalau bicara suka ceplas-ceplos, bahkan hampir
satu sekolah mengenalnya. Kebetulan tempat tinggal Vina sangat dekat dengan
sekolahnya.
Minggu depan, akan ada praktik membuat kue ulang tahun. Vina tahu
kalau Dona sahabatnya selalu kesulitan saat praktik membuat kue. Akhirnya dia
mengajak Dona untuk belajar membuat kue dibantu dengan ibunya Vina.
Karena terlalu asyik membuat kue ulang tahun di dapur, membuat
mereka tak menyadari kalau ada suara memanggil dari luar.
“Assalamualaikum Vin…”, ucap seseorang dari balik pintu.
“Waalaikumsalam…”, teriak Vina sambil berlari menuju ke arah ruang
tamu.
“Aku kira siapa tamunya, eh ternyata kak Pandu.” Ucap Vina sambil
tertawa.
“Tumben amat siang-siang udah kesini?”, timpal Vina lagi.
“Nggak usah ge-er dulu, aku ke sini Cuma mau nganter
undangan untuk rapat besok.” Sahut Pandu sambil menyodorkan selembar kertas
undangan untuk Vina.
Tiba-tiba Dona keluar menghampiri Vina yang tengah asyik mengobrol dengan
seorang cowok.
“Vin, kuenya udah jadi tinggal di hias aja.” Ucap Dona.
“Oh iya aku lupa, bentar na.” Jawab Vina sambil nyengir.
“Dia siapa Vin, kok aku baru liat?” tanya Pandu tiba-tiba.
“Dia adikku.”
“Adik dari mananya? wajahnya aja nggak ada mirip-miripnya.” Sambar Pandu.
“Udah tau adikku cuman satu dan itu cowok pula, pertanyaannya nggak
lucu.” Jawab Vina ketus.
“Biasa cowok sekarang sukanya modus.” Ledek Vina.
“Oke aku to the point aja deh, boleh nggak aku kenalan sama
temen kamu?”
“Tanya aja langsung sama orangnya.” Jawab Vina sambil melirik ke arah
Dona.
Dona tertunduk malu saat Pandu mengulurkan tangan ke arahnya.
“Kok diem? namanya siapa?” tanya Pandu.
“Dona.”
“Apa? Donat?”
Dona dan Vina tertawa mendengar ucapan cowok di depannya. Pandu memang
terkenal dengan sifatnya yang humoris.
“Mentang-mentang makanan kesukaannya donat, nama dona dengernya
donat.” Sambung Vina.
Tak terasa sudah cukup lama mereka mengobrol, akhirnya Pandu pamit
pulang, untuk melanjutkan membagi undangan ke teman-temannya yang lain.
Dona dan Vina melanjutkan menghias kue ulang tahun hingga selesai. Mereka
berdua tidak menyangka kalau kue buatan mereka akan bagus dan seenak ini. Sebelum
kue dipotong, seperti biasa Vina selalu memotret melalui kamera ponselnya dan
akan mengunggah di akun media sosialnya.
Pukul lima sore, Dona pulang dijemput oleh kakaknya sambil membawa
beberapa potongan kue sebagai oleh-oleh keluarga di rumah.
Pagi harinya seperti biasa, Vina selalu datang terlambat ke sekolah
dengan berbagai alasan.sebagai senjata ampuhnya. Padahal rumahnya sangat dekat
dengan sekolah, hanya memakan waktu sekitar lima menit saja. Vina itu anaknya terlalu
percaya diri, setiap kali dia dimarahi guru karena datang terlambat dia justru
malah ketawa.
Begitu masuk ke kelas, Vina langsung duduk di sebelah Dona.
“Dona, ada kabar kurang baik buat kamu?. Aku mau ngomong sesuatu
sama kamu, tapi aku takut nanti kalo kamu denger kamu bisa syok.” Ucap Vina
dengan ekspresi tegang.
Ih penasarn tau
BalasHapus