Cerbung: Sepenggal Kisah Usang-Part III

 Jum'at, 15 Juli 2022.

Cerbung: Sepenggal Kisah Usang-Part III

 

Keduanya terkejut saat melihat barang yang ada di dalam kotak kecil berisi sebuah arloji cantik disertai kartu ucapan.

“Kok kak Pandu bisa tau ya, kalo aku pengen beli arloji baru. Vin, pasti kamu ya yang kasih tau kak Pandu?”

“Apaan sih, aku nggak ngomong apa-apa kok?” jawab Vina seraya meyakinkan Dona.

“Ya udahlah terima aja. anggap aja sebagai hadiah salam perkenalan.”

“Oh ya Vin, besok kamu jadi ikut ke café nggak?”

“Jadilah, masak enggak.”nanti aku jemput kamu jam 09.00 ya. Oiya Lisa sama Ica jadi ikut nggak ya?”

“Nggak tau tuh, kata Lisa, mereka mau dijemput cowok-cowoknya.”

“Asyik ya kalo udah punya cowok. Kemana-mana ada yang nganter, nggak kayak kita para jomblo.” Ucap Dona tertunduk.

“Siapa bilang kita jomblo. Buktinya kan bentar lagi kamu sama kak Pandu?”

“Kamu apaan sih, udah jangan bahas itu lagi, aku lagi nggak mood. Kita jomblo bukan karena kita nggak laku, tapi karena kita emang mau fokus dulu ke Pendidikan,”

Tepat di hari minggu, dengan cuaca yang teduh jadi cocok untuk jalan-jalan. Vina meluncur dengan motornya menuju ke rumah Dona. Mereka berdua akan kulineran di café yang baru buka, Vina sampai di rumah Dona.

“Oke, sudah siap? ayo kita berangkat.”

Keduanya langsung meluncur ke jalan raya menuju Café Kenangan. Saat sampai ternyata pengunjung sudah hampir penuh, maklum karena ini hari pertama pembukaan café. ditambah lagi banyak promo-promo di setiap menunya. Dona dan vina berjalan untuk mencari tempat duduk yang kosong. Kebetulan di sudut ruangan masih ada beberapa tempat duduk yang masih kosong. Keduanya langsung duduk dan memesan makanan.

Mereka berdua memesan dua menu special yang menjadi andalan di café ini. Saat keduanya sedang asyik mengobrol, tiba-tiba Pandu datang dari arah belakang bersama seorang temannya.

“Hei kalian di sini juga? kalau aku tau kalian mau ke sini kan kita bisa bareng, biar sekalian jalannya.”

“Hehe nggak papa kak, nanti ngerepotin. Kita biasa berdua juga kok.” Jawab Vina.

“Oiya kenalin, ini temenku Arslan.” Ucap Pandu memperkenalkan temannya dengan Vina dan Dona.

“Kita boleh gabung nggak?” ucap Pandu lagi.

“Boleh aja.” Jawab Vina spontan.

Dona merasa canggung, tapi ia berusaha untuk bersikap sewajarnya.

“Oh ya habis dari sini kalian mau kemana? gimana kalo kita jalan-jalan ke pantai? kayaknya seru.” tanya Pandu tiba-tiba.

“Wah.., asyik banget.” teriak Vina gembira.

Dona mengangguk sebagai tanda setuju. Setelah mengobrol cukup lama dan menyantap makanan yang mereka pesan, mereka berempat beranjak keluar dari café dan menuju ke pantai. setibanya di pantai, mereka disuguhkan dengan pemandangan air laut yang begitu indah. Burung-burung terbang di langit yang biru berawan. Hawa pantai yang sejuk membuat hati dan perasaan menjadi tenang.

Sejak sampai di pantai, Dona hanya terdiam, sesekali dia tersenyum mendengar celotehan Vina yang berbicara tidak jelas. Arslan berlari menuju ke pinggir pantai bersama Vina. Pandu menghampiri Dona yang tengah duduk sendirian.

“Dona, dari tadi aku perhatikan kamu kok diem aja?” tanya Pandu tiba-tiba.

“Maaf kak, boleh aku tanya sesuatu?” ucap Dona.

“Bolehlah, ngomong aja.”

“Itu kak, tentang arloji.”

“Oh itu, santai aja, itu hadiah perkenalan dari aku untuk kamu. Tolong kamu terima ya?”

“Maaf Dona, boleh aku nanya sesuatu yang sifatnya pribadi?” tanya Pandu.

Dona bingung melihat wajah cowok di depannya yang begitu serius.

“Aku nggak tau sejak kapan perasaan itu datang, tapi yang jelas sejak pertama kali aku ketemu kamu di rumah Vina. Dari situ aku udah ada perasaan sama kamu, dan saat ini aku memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatiku ke kamu. Aku suka sama kamu Dona, sebelumnya aku belum pernah jatuh cinta sama siapapun. Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta, dan itu sama kamu.”

Dona kaget mendengar ucapan Pandu. Dia tidak pernah menyangka kalau tiba-tiba Pandu akan mengutarakan isi hatinya.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Usaha

Rumah Kedua

CINTA BERSEMI DI KKN