Cerbung: Sepenggal Kisah Usang-Part V

 Minggu, 17 Juli 2022.

Cerbung: Sepenggal Kisah Usang-Part V

 

Setelah membaca pesan dari ibunya, Dona memutuskan untuk langsung pulang ke rumah.

“Maaf kak, Dona harus pulang sekarang. Ada keperluan penting di rumah.”

Dona pamit dengan Pandu dan langsung menyalakan mesin motornya bergegas untuk pulang ke rumah.

Malam harinya Pandu mengirimkan sebuah pesan untuk Dona.

“Malam Dona, maaf aku ganggu waktu istirahat kamu, aku cuman mau melanjutkan obrolan kita tadi siang yang sempat terhenti.”

“Oiya kak, maaf aku lupa. Soal sikapku ke kakak akhir-akhir ini yang mungkin bikin kakak bingung aku minta maaf ya kak, aku nggak ada maksud. Aku cuman nggak mau Vina mikir yang aneh-aneh soal kita, aku cuman mau kita tetap menjadi teman baik walaupun aku nggak bisa balas perasaan kakak. Kakak juga udah tau kan alasannya karna apa?”

Bagi setiap orang yang sedang jatuh cinta, perasaan yang tidak terbalas adalah hal yang menyakitkan dan menyedihkan. Namun begitu, Pandu berusaha untuk menerima dan mengerti alasan Dona. Keduanya berharap mereka akan tetap menjadi teman baik seperti sebelumnya.

Pertemanan Dona dan Pandu berjalan hingga Dona lulus dari Sekolah Menengah Pariwisata dan Pandu menyelesaikan Pendidikan Sarjana.

Satu hari sebelum Pandu wisuda, Vina, Dona dan Arslan berencana untuk menghadiri acara wisuda Pandu esok hari. Mereka bertiga sibuk menyiapkan hadiah wisuda untuk Pandu di rumah mereka masing-masing.

Tepat di hari Minggu, pukul 10.00 pagi, Arslan datang menjemput Vina dan Dona untuk berangkat bersama menggunakan mobil kesayangan Arslan.

Sesampainya di tempat wisuda, mereka bertiga hanya menunggu di halaman hotel hingga acara wisuda selesai dilaksanakan. Dua jam setelah menunggu, akhirnya Pandu datang menghampiri mereka bertiga.

“Hai kak Pandu, selamat ya kak. Semoga ilmunya bermanfaat dan cepet dapet jodoh. Aamiin.” Ucap Vina sambil memberikan buket bunga hasil buatan tangannya.

“Selamat ya Ndu, akhirnya lulus juga,” ucap Arslan seraya memeluk dan memberikan selamat.

“Selamat ya kak, alhamdulillah akhirnya lulus S1 juga. Semoga kelak ilmunya bisa bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain.” Ucap Dona memberikan selamat dan sebuah paper bag berisi hadiah wisuda.

“Terimakasih banyak ya kalian bertiga udah datang dan bawa hadiah segala. Sekali lagi terimakasih ya, kalian udah ikut merayakan moment bahagia ini.” Ucap Pandu dengan raut wajah bahagianya.

“Pandu, ajak temen-temen kamu sekalian makan siang bareng kita mumpung kamu belum berangkat ke Jawa Timur bulan depan.” Ucap mamah Pandu.

Dona, Vina dan Arslan terkejut mendengar kabar kalau bulan depan Pandu akan berangkat ke Jawa Timur. Arslan sebagai sahabat baiknya juga tidak mengetahui kalau Pandu mendapatkann tawaran kerja sebagai dosen di salah satu Kampus Negeri yang ada di sana atas rekomendasi dari dosen pembimbingnya.

Pukul 13.00 siang, Dona, Vina, Arslan , Pandu dan keluarganya tiba di salah satu restoran yang sudah dipesan oleh orang tua Pandu satu hari sebelumnya.

“Dona, kamu nggak sedih apa denger kak Pandu mau berangkat ke Jawa Timur?” tanya Vina.

“Sedih si ada, tapi kan kak Pandu itu ke Jawa Timur buat meraih masa depannya dan menjadi dosen di sana. Kita sebagai temennya harus dukung dia, iya kan?” jawab Dona.

“Temen? kamu masih anggap kak Pandu sebagai temen? nggak ada rencana buat jadian?”

“Kamu apa-apaan sih? mulai deh, aku sama kak Pandu itu akan selalu jadi temen baik dan nggak lebih dari itu.”

“Iya besti, aku bercanda kok.”

Setelah pesanan datang, semuanya menyantap hidangan dengan begitu lahap. Namun berbeda dengan Pandu, dari raut wajahnya tersimpan kesedihan yang tidak diketahui oleh banyak orang. Pandu tidak menyangka kalau mulai bulan depan ia akan berpisah dengan teman-temannya termasuk Dona.

Hari kelulusan Dona dan Vina bertepatan dengan hari keberangkatan Pandu ke Jawa Timur. Dona dan Pandu keduanya saling berkabar dan mengucapkan salam perpisahan melalui pesan WhatsApp.

Satu tahun waktu berjalan, tak terasa Pandu dan Dona keduanya sama-sama disibukkan dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pandu sibuk dengan aktivitasnya sebagai dosen dan Dona sibuk dengan aktivitasnya sebagai mahasiswi di salah satu kampus impiannya yang berada di Yogyakarta.

Satu minggu sebelum hari lebaran, menjadi sebuah agenda wajib bagi anak-anak perantauan untuk mudik ke kampung halamannya begitupun dengan Pandu dan Dona.

Vina, Dona, Pandu dan Arslan tinggal di kota yang sama hanya berbeda kecamatan. Berbeda dengan Pandu dan Dona yang memilih menjadi anak perantauan, Vina lebih memilih melanjutkan Pendidikan S1 di kota tempat dia tinggal dan Arslan memilih untuk berwirausaha kuliner di kota dia dilahirkan.

Mudik dimanfaatkan mereka berempat untuk saling bertemu dan bernostalgia mengingat masa-masa kebersamaan mereka dulu. Mereka berencana untuk berbuka puasa bersama saat Pandu dan Dona tiba di kampung halaman.

Vina, Pandu dan Arslan sudah tiba di café, hanya Dona yang belum tiba.

“Vin, Dona ikut kan? kok dia belum datang ya?” tanya Pandu pada Vina.

“Iya kak, dia ikut kok. Tunggu aja, bentar lagi juga dateng.”

Tak lama kemudian Dona tiba di cafe, semuanya saling berjabat tangan. Pandu membuka obrolan sebelum waktu berbuka puasa tiba.

“Oiya, aku ada kabar baik buat kalian.” Ucap Pandu penuh ceria.

“Ada kabar apa kak? kayaknya heboh banget deh?” tanya Vina penasaran.

“Eh, kamu nggak boleh kayak gitu Vin. dengerin aja dulu?” sambung Dona.

“Bulan depan aku mau menikah.”

Ketiganya dibuat terkejut dengan kabar dari Pandu yang akan segera menikah.

“Kok cepet banget kak? kak Pandu mau menikah sama siapa?”

“Aku mau menikah sama seseorang, dia teman dekat aku selama di Jawa Timur Vin.”

“Wah, selamat ya kak. Kita semua ikut seneng dengernya. Berarti kakak udah move on dari Dona dong ya?”

Pandu tersenyum membalas pertanyaan Vina. 

Mendengar hal itu, mereka bertiga memberikan ucapan selamat dan doa terbaik untuk Pandu yang akan segera melangsungkan pernikahan.

Hari pernikahan Pandu tiba, acara pernikahan digelar sangat meriah. Vina, Dona dan Arslan turut berbahagia melihat Pandu akhirnya menikah dengan seorang wanita yang dia cintai. Rona kebahagiaan benar-benar terpancar dari raut wajah seseorang yang pernah menaruh hati pada Dona. Bagi Dona kisahnya dengan Pandu adalah sebuah cerita lama yang akan selalu terkenang sebagai bukti pertemanan yang sejati.

 

 

 

Komentar

  1. Perjalanan jodoh ga mudah ditebak yaaa. Jadi baper inih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak jodoh akan datang di waktu yang tepat

      Hapus
  2. Wahh... Pandu cepat juga move on nya ya.. Semoga bahagia deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak karna pandu mau carinya calon istri kak hehe

      Hapus
  3. Jadi greget membaca kisah asmara mereka wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mel aku juga yang nulis ikutan greget. Hehe

      Hapus
  4. Kalau belum dapat chemistry untuk jadi pasangan tuh, ya, gitu. Mau terus-terusan dipepet, kalau perempuannya hanya sreg jadi teman, enough, just friend. Kaya Dona ke Pandu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget kak. Apalagi kalo perempuannya mau fokus ke pendidikan emang pasti bener² fokus walaupun banyak yang deketin.

      Hapus
  5. la kok gitu aja, Pandu gampang move on, tapi daripada cinta sendiri mending move on sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget kak karna pandu mau cari yang pasti pasti aja hehe

      Hapus
  6. semoga Dona segera menemukan jodohnya seperti Pandu menemukan jodohnya

    BalasHapus
  7. gak jodoh ya pandu ama dina akhirnya. kirain akan terus diperjuangkan ,🥰🥰

    BalasHapus
  8. Berarti memang Dona bukan jodohnya Pandu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Usaha

Rumah Kedua

CINTA BERSEMI DI KKN