Dinding Rindu

Jum'at, 29 Juli 2022.

Dinding Rindu

Dalam suatu hubungan akan ada setiap moment yang menghadirkan sisi-sisi kerinduan d iantara dua insan. Rindu yang dimaksud di sini bisa disebabkan karena banyak hal. Di antara sebab-sebab rindu seperti ada seseorang yang rindu dengan pujaan hatinya karena hubungan mereka yang terpisah jarak dan waktu. Ada seseorang yang rindu dengan pujaan hatinya karena kesibukan di antara keduanya yang membuat mereka susah untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Ada pula seseorang yang merindukan seseorang sedangkan mereka berdua belum pernah saling bersua.

Teringat sebuah kutipan dialog novel dan film “Dilan dan Milea 1990” yang ditayangkan di layar lebar dan sempat booming pada masa itu. “Jangan rindu! Berat, kamu gak akan kua9t, Biar aku saja”. Itulah sedikit kutipan dari dialog Dilan. Dari perkataan Dilan tadi bisa kita simpulkan bahwa dalam realita kehidupan nyata benar adanya. Rindu itu memang berat, terutama bagi seseorang yang baru mengenal cinta. Rindu diperuntukkan bagi orang-orang yang kuat, artinya rindu itu untuk mereka, orang-orang yang mampu melewati semua penantian dengan kesabaran serta keikhlasan dalam menjalaninya. Sabar dalam setiap penantian dan pertemuan, sabar dalam menanti sebuah kabar serta sabar jika ternyata harapannya jauh dari kenyataan yang sebenarnya.

Inilah yang sedang dirasakan oleh Yumna, seorang gadis yang baru pertama kalinya merasakan jatuh cinta. Dia jatuh cinta pada seseorang yang dia kenal melalui media sosial sejak satu tahun yang lalu. Mereka berdua belum pernah saling bersua satu sama lain. Komunikasi mereka ada di antara jarak dan waktu.

Dalam keheningan malam, Yumna mencoba merangkai bait-bait kata yang dia tujuan untuk seseorang yang jauh di sana. Tulisannya ini berupa barisan kata sederhana dari apa yang dia rasa.

Dinding Rindu

Teruntuk kamu yang disana,

Kutulis puisi ini untuk kamu,

Jeritan hati juga ungkapan kata,

Semoga tuan sudi kiranya,

Tuk membaca tiap barisan kata,

Yang kususun secara sederhana,

Walau tak terucap dari tutur kata,

Seraut wajah tergambar dalam angan,

Merasuk ke dalam pikiran,

Kurasakan detak jantung tak beraturan,

Hati gelisah tak karuan,

Dinginnya malam tak kuhiraukan,

Selaksa lara tak menjadi beban,

Bagi insan yang sedang memendam perasaan,

Menata langkah tuk berjalan,

Menatap hari tanpa tujuan,

Berharap sebuah penantian,

Kan berujung kepastian,

Sebuah kabar baik dari Tuhan,

Selalu ia doakan dan nantikan,

Semoga cintanya tak bertepuk sebelah tangan,

Pada dinding kerinduan,

Yang diselimuti kehampaan,

Kutitipkan sebuah pesan,

Semoga rindu itu sirna oleh badai pertemuan.

Itulah sedikit barisan puisi yang Yumna tuliskan di dalam buku hariannya. Seorang gadis yang sedang jatuh hati pada seseorang yang dia kenal namun belum pernah bersua secara langsung. Yumna adalah seseorang yang selalu menunggu setiap kabar baik atas setiap penantainnya. Yumna sedang merindukan dia, sosok laki-laki yang berhasil membawa rasa, tawa dan bahagia di setiap harinya.Rindu yang selalu Yumna titipkan pada sang pemilik hati. Untuk setiap baris-baris doa yang selalu dipanjatkan adalah sebuah bentuk penjagaan paling sederhana dari dirinya.

Setelah menuliskan puisinya itu, Yumna kembali membuka laptopnya dan menyalakannya di atas meja kerjanya. Selanjutnya dia mengerjakan tugas dari kantornya yang belum sempat dia kerjakan tadi siang. Dari siang dia sibuk menunggu kabar dari laki-laki itu, sebut saja namanya Reyhan. Dia satu-satunya orang yang berhasil membuat dirinya tidak membuka peluang untuk orang lain agar masuk ke dalam hatinya. Malam ini Yumna akan tidur lebih cepat dari biasanya karena kebetulan besok dia ada meeting dengan client penting untuk membahas kelanjutan kerja sama perusahaan mereka.

Pagi harinya seperti biasa Yumna selalu tergesa-gesa berangkat ke kantor apalagi ketika akan ada meeting dengan client pentingnya. Dia selalu berusaha datang tepat waktu di tempat kerjanya. Itulah yang membuat dirinya mendapatkan sebuah posisi penting di perusahaan tempat dia bekerja. Menjadi seseorang yang pintar, disiplin, bertanggung jawab dan memiliki semangat kerja yang besar membuat dirinya selalu disegani oleh rekan kerjanya. Banyak dari mereka yang belajar dengan Yumna, dia pun tak sungkan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan rekan-rekannya.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Usaha

Rumah Kedua

CINTA BERSEMI DI KKN