Keindahan dari Atas
Sabtu, 2 Juli 2022.
Keindahan dari Atas
image by: https://pin.it/4Q4y0jy
Di tengah keramaian Pasar Malam dan bisingnya kendaraan para
pengunjung yang tengah mencari tempat parkir, Rere dan Dania saling beradu
pendapat untuk memilih wahana bermain yang akan mereka naiki malam ini. Rere yang
memiliki karakter tomboy ingin naik wahana yang seru, menegangkan dan
membuat senam jantung bagi kebanyakan orang. Berbeda dengan Dania seseorang
yang memiliki karakter penakut, dia hanya ingin naik wahana yang menurutnya
menyenangkan dan aman.
“Gimana kalo dari kita masing-masing milih satu wahana, terus nanti
kita bareng-bareng kesana?”, ucap Rere menantang.
“Oke, siapa takut”, balas Dania.
“Aku mau milih “Rumah Hantu” aja ah, kayaknya bakalan seru. Nanti disana
pasti banyak hantu”, dengan tertawa lepas Rere terus saja membuat temannya
semakin ketakutan.
“Kamu sengaja milih wahana itu biar aku nangis?”
“Hehe enggaklah, kamu tenang aja kan nanti ada aku. Terus kamu mau
milih wahana apa?”
“Aku mau naik “Bianglala” aja, karena nanti kita bisa liat
keindahan dari atas”
Setelah memutuskan wahana yang akan mereka naiki bersama, mereka
berdua menuju ke loket pembelian karcis dan langsung memasuki wahana penuh
misteri itu. Selama menelusuri Rumah Hantu ini, Dania benar-benar merasa takut
dan tidak berani untuk membuka kedua matanya. Dia hanya menutup kedua matanya sambil
terus menggandeng tangan temannya yang pemberani itu. Dania hampir menangis
karena ulah temannya memilih masuk ke wahana itu.
“Dan, ini kita udah mau sampe di pintu keluar, cepet buka mata kamu.”
Dengan rasa takutnya, Dania langsung berlari menuju pintu keluar
dan meninggalkan Rere.
“Ayok sekarang gentian kita naik Bianglala”, Dania langsung menarik
tangan Rere yang tengah sibuk memegang ponsel dan membalas pesan mamanya.
“Iya sebentar. Padahal wahana itu kan biasa aja, kenapa kamu bisa
seneng banget naik itu si?”
Dania hanya mengabaikan pertanyaan temannya itu. Dia terus menarik
tangan Rere dan langsung mengajaknya menuju tempat pembelian karcis. Mereka
bergegas naik ke salah satu wahana yang menjadi favorit banyak orang terutama
bagi mereka yang datang berpasangan atau bersama kekasihnya.
"Coba Re, kamu liat ke bawah. Gimana menurut kamu? Indah kan
kalo kita bisa liat pemandangan dari atas sini?”, tanya Rere sambil menunjuk ke
arah bawah dari ketinggiannya saat ini.
“Iya ya, indah banget. Dari atas sini kita bisa liat langit gelap
yang diterangi cahaya bintang, lampu berkedip menerangi kota ini dan ramainya
pengunjung dan kendaraan yang berjejeran. Makasi Dan..,”
“Sama-sama Re.”
Rere mengabadikan keindahan dari atas wahana Bianglala dengan mengambil gambar dan video malam itu menggunakan ponsel pembelian mamanya.
Komentar
Posting Komentar