Lika-liku Rumah Tangga

Sabtu, 30 Juli 2022.
Lika-liku Rumah Tangga

Riana dan Galih adalah pasangan muda yang baru melangsungkan acara pernikahan minggu lalu. Sebagai pasangan pengantin baru mereka akan memulai dengan kehidupan barunya dan akan tinggal di rumah Galih bersama dengan dengan ibunya. Dulu, setelah Galih naik jabatan menjadi seorang manager dia berhasil menabung berkat kerja kerasnya selama ini sehingga impiannya untuk segera memilki tempat tinggal sendiri bisa segera dia wujudkan. Hidup Galih benar-benar banyak perubahan. Hidup Galih semakin hari semakin baik. Hingga suatu saat dia bertemu dengan Riana yang sekarang menjadi istrinya.

Riana adalah seorang wanita  yang bahkan sampat saat ini masih merasa menjadi seperti orang asing bagi dirinya karena menjadi orang asing di rumah suaminya sendiri. Mungkin karena Riana masih menjadi keluarga baru. hingga saat ini Riana masih belum terbiasa tinggal bersama orang tua dari Galih yang sekarang dia panggil bapak atau ibu.

Mertua atau dari suaminya adalah seorang ibu yang sangat menyangi anak-anaknya. Selain itu, ibu Galih juga sosok ibu yang perhatian terhadap anak-anaknya terutama Galih. Galih termasuk anak kesayangan ibunya karena kebetulia dia adalah anak terakhr dari ke-empat saudaranya. 
Tiga bulan setelah usia pernikahan Riana dan Galih. Rumah tangga mereka begitu saat ini benar-benar sedang dihadapkan dengan sebuah permasalahan. Kali ini masalah itu berasal dari kakak perempuan Galih. Kakak perempuannya tinggal di dekat rumah barunya. Hampir setiap hari kakaknya selalu datang ke rumahnya untuk sekedar bersua dan berbincang.

Setelah Riana menikah dengan laki-laki pujaannya, Riana berhenti dari bekerja sebagai seorang guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama. Namun ada beberapa suami yang mengizinkan istrinya untuk bekerja dan membantu meringankan beban rumah tangganya. Riana sekarang hanya fokus pada suaminya dan rumah tangganya dengan Galih. Dari sinilah masalah rumah tangga keduanya muncul. Semenjak Riana tidak bekerja dan hanya di rumah saja, dia selalu menjadi bahan pembicaraan kakak iparnya  dan mertuanya.
Suatu hari ketika kakak ipar Galih libur kerja, dia mampir ke rumah Galih untuk bertemu dengan ibunya.
“Bu, kok Riana enak banget ya sekarang? Udah nggak kerja-kerja lagi, kerjaannya cuman tiduran, makan, santai aja lagi.”

Itulah sedikit perkataan dari kakak iparnya yang pernah dia dengan saat mampir ke rumahnya. Karena tinggal berdekatan, kakak iparnya selalu main ke rumah hanya untuk sedekar bercerita tentang apapun dan tentang siapapun. Waktu itu Riana mendengar perkataan mereka yang membicarakan hal buruk tentang dirinya.

Mereka berdua seakan-akan iri dengan keberhasilan Galih sekarang dan mereka tidak terima karena dalam rumah tangga anaknya, justru hanya Galih yang menjadi tulang punggung keluarga. Mereka berdua selalu beranggapan buruk tentang dirinya. Padahal mereka tidak tidak mengerti alasan sebenarnya mengapa dirinya tidak bekerja.

Sebenarnya Riana ingin tetap bekerja walaupun dia sudah menikah nantinya. Akan tetapi Galih yang saat itu masih menjadi calon suaminya meminta dirinya untuk tidak bekerja setelah menikah nanti. Riana diminta untuk fokus pada dirinya dan rumah tangganya. Riana juga terkadang membantu pekerjaan suaminya ketika ada tugas dari kantornya yang harus dia bawa pulang untuk dikerjakan. Perihal semua kebutuhan dan keperluannya nanti saat berumah tangga akan menjadi tanggung jawab Galih. Galih begitu menyayangi Riana. Dia selalu berusaha untuk membuar istrinya bahagia.

Semakin hari dirinya semakin merasa tidak nyaman dengan sikap kakak iparnya yang juga semakin membuat ibu mertuanya berbeda sikap dengan dirinya. Entah apalagi yang selalu kakak iparnya bicarakan tentang dirinya. Hingga suatu hari, Riana menceritakan hal itu pada Galih. Galih meminta Riana untuk tidak memikirkan itu.

Galih juga meminta istrinya agar tidak mudah mengambil kesimpulan atas semua sikap kakak iparnya dan ibunya. Galih juga mengatakan kalau kakak iparnya memang selalu iri dengannya dari dulu. Galih berjanji akan selalu ada untuk Riana apapun yang terjadi. Mereka juga akan menjalani setiap lika-liku rumah tangga bersama-sama. 

Galih mencoba untuk selalu meyakinkan Riana akan janjinya. Mendengar hal itu membuat Riana menjadi kuat dan dia percaya bahwa semua yang terjadi pasti akan ada jalan keluarnya asalkan mereka selalu menghadapinya bersama-sama. ia juga yakin kalau semua permasalahan yang ada akan segera sirna seiring berjalannya waktu dan kakak ipar serta ibu mertuanya akan mengerti alasan yang sebenarnya kenapa Riana memilih untuk tidak bekerja dan fokus pada rumah tangganya

Komentar

  1. Hehehe, saya senyum-senyum ngebaca tingkah ipar Riana yang suka julid. Orang-orang kaya gitu sering banget saya jumpai di kehidupan nyata. Namanya juga rumah tangga, anak tangganya merupakan rangkaian masalah yang harus dijalani. Bener, gak, Kak :d

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Usaha

Rumah Kedua

CINTA BERSEMI DI KKN