Masa Lalu dan Masa Depan

 Kamis, 7 Juli 2022.


Masa Lalu dan Masa Depan

 

Hari ini tepat satu bulan menuju hari pernikahan Karin dan Edo. Keduanya semakin disibukkan dengan persiapan-persiapan pernikahan. Kali ini mereka akan pergi ke kantor WO (wedding organizer) yang membantu pelaksanaan pernikahan mereka untuk rapat.

Edo sangat terkejut melihat salah satu wanita yang dulu pernah dia kenal juga berada dalam ruangan rapat. Wanita itu adalah Kayla, wanita yang dulu pernah mengisi hati Edo. Dulu mereka pernah dekat saat masih kuliah. Mereka berpacaran hingga mereka menyelesaikan Pendidikan S1. Akan tetapi hubungan mereka harus berakhir karena Kayla melanjutkan S2 di luar negeri dan Edo bekerja di perusahaan orang tuanya.

Tanpa disengaja Tuhan kembali mempertemukan mereka kembali dengan situasi yang tidak terduga. Kayla ternyata adalah pemilik WO yang mengurus pernikahan Karin dan Edo. Orang yang sebelumnya mereka temui waktu itu adalah Susan, asisten dari Kayla. Waktu itu Kayla sedang ada pekerjaan di luar kota sehingga dia meminta asistennya untuk mengurus WOnya sampai dia pulang.

Rapat dimulai dan dipimpin oleh Kayla. Selama rapat, Kayla dan Edo sama-sama saling memperhatikan.

“Ternyata Edo calon pengantinnya”, gumam Kayla dalam hati.

Rapat yang dilakukan selama kurang lebih tiga jam telah berakhir dan Kayla menutup rapat.

“Sayang, maaf aku harus pulang duluan, di rumah sakit ada pasien yang harus segera aku tangani”, ucap Karin dengan tergesa-gesa.

“Iya sayang kamu hati-hati ya.”

Sebelum Kayla beranjak keluar dari ruang rapat, tiba-tiba Edo memanggil namanya.

“Kayla, tunggu.”

Langkah Kayla terhenti begitu mendengar suara Edo.

“Iya ada apa?”, jawab Kayla menengok ke arah Edo.

“Bentar Kay ada yang mau aku obrolin.”

“Maaf Do, kita udah nggak ada hubungan apa-apa lagi, aku nggak mau ada yang salah paham sama kita.”

“Iya Kay aku ngerti. Aku cuma mau minta maaf sama kamu soal…”

“Udah Do nggak usah dilanjutin”, jawab Kayla menghentikan perkataan Edo.

Kayla langsung pergi meninggalkan Edo yang sedang berdiri di sampingnya.

Malam harinya Edo mencoba mengirim pesan untuk Kayla. Edo masih merasa bersalah karena dulu pernah memutuskan hubungan dengan Kayla secara sepihak.

“Malam Kay, kamu besok ada waktu nggak? aku mau ngajak kamu ketemu, ada yang mau aku obrolin. Penting.” Tulis Edo dalam pesan WhatsApp.

“Iya besok kita ketemu di Café Bunga saat jam makan siang.”

Kayla mengiyakan ajakan Edo untuk bertemu dengannya besok. Menurutnya dia harus benar-benar menyelesaikan hubungannya dengan Edo agar tidak ada masalah yang muncul di kemudian hari.

Edo sudah tiba di Café Bunga sebelum Kayla.

“Kay sini”, ucap Edo sambil melambaikan tangannya ke arah Kayla yang sedang mencari dirinya.

“Kay sebelumnya makasih kamu udah mau datang. Aku mau minta maaf, dulu aku udah egois. Aku nggak bisa nunggu kamu nyelesaiin kuliah kamu di luar negeri.” Ucap Edo sambil memegang telapak tangan Kayla.

“Kamu apa-apaan sih, kamu nggak seharusnya bersikap kaya gini.” Jawab Kayla sambil melepaskan tangannya dari tangan Edo.

“Aku bener-bener nyesel Kay dulu pernah ninggalin kamu. Aku masih sayang sama kamu. Aku minta maaf.”

“Aku udah maafin kamu Do dan soal kita dulu lupain aja, kita kan udah punya pasangan masing-masing. Kamu juga bentar lagi mau nikah sama Karin.”

“Iya Kay aku ngerti. Tapi aku bener-bener belum bisa lupain kamu.”

“Kamu udah punya Karin. Kamu nggak boleh nyakitin hati dia sama seperti apa yang pernah kamu lakuin ke aku dulu. Pesenku jaga hubungan kalian berdua.”

Lagi-lagi Kayla meninggalkan Edo di café.

Edo benar-benar menyesal dan bingung. Bulan depan dia akan menikah dengan Karin. Hatinya semakin gundah semenjak dia bertemu kembali dengan Kayla, wanita di masa lalunya yang masih dia tunggu hingga sekarang. Akan tetapi di sisi lain, Edo tidak ingin menyakiti hati Karin seorang wanita baik yang tulus mencintainya.

Pertemuannya dengan Kayla tadi siang membuatnya sadar bahwa setiap hubungan di masa lalu itu hanya untuk memberikan pembelajaran. Dan apa yang ada di depannya saat ini adalah masa depan. Edo berusaha untuk membuka hatinya untuk Karin dan melupakan Kayla yang juga akan segera menikah. Edo berharap Karin adalah masa depannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Usaha

Rumah Kedua

CINTA BERSEMI DI KKN