Masih Satu-satunya

 Senin, 18 Juli 2022.

Masih Satu-satunya

Intan dan Dika adalah sepasang kekasih yang dipertemukan karena ketidaksengajaan. Pertemuan mereka diawali karena waktu itu mereka sama-sama sedang naik angkutan umum dengan tujuan yang sama. Saat itu Intan pulang dari kampus dan hendak pulang menuju ke kostnya, sedangkan Dika pulang dari kantor dan hendak pulang menuju ke rumahnya. Tanpa disengaja mereka berdua sering bertemu di angkutan umum ketika tujuan mereka sama. Sejak saat itu, mereka berdua menjadi akrab dan saling mengenal satu sama lain.

Intan adalah seorang dosen yang mengajar di salah satu Universitas Negeri yang ada di Jakarta. Sedangkan Dika adalah seorang Jurnalis di salah satu Perusahaan Jurnalis yang ada di Jakarta.

Hari ini tepat satu tahun hubungan Dika dan Intan berjalan. Dika berencana untuk merayakan anniversary satu tahun mereka di salah satu café yang terkenal di kotanya. Malam harinya, Dika datang ke kost untuk menjemput Intan. Setibanya di café, Dika memulai obrolan mereka.

“Sayang, aku ada tugas dinas dari kantor untuk meliput di luar jawa.”

“Jauh ya? pasti lama. Kapan kamu mau berangkat?”

“Minggu depan, kira-kira disana tiga mingguan.”

“Berarti mulai minggu depan kita LDR lagi ya? yaudah kamu hati-hati ya, selalu inget pesan aku ya, jaga kesehatan, jaga hati dan jaga diri. Kamu harus sering-sering kabarin aku juga.”

“Iya sayang, makasih banyak ya..”

Sepulang dari dinasnya ke luar jawa nanti, Intan dan Dika akan merencanakan pertunangan mereka.

Tiba hari keberangkatan Dika ke Kalimantan Barat. Selama disana, Dika tak pernah lupa untuk selalu memberikan kabar pada kekasihnya. Waktu berjalan begitu sangat cepat. Tak terasa tiga minggu sudah waktu berjalan, menandakan hari ini Dika akan pulang ke Jakarta. Pukul 13.00  siang Dika menuju ke bandara.

“Sayang, ini aku udah di bandara mau pulang ke Jakarta ya. Jam 14.00 pesawat aku take off. Kalau udah sampai bandara nanti aku kabarin kamu lagi.”

Perjalanan dari Kalimantan Barat menuju Jakarta kurang lebih membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan.

Waktu berjalan begitu cepat. Intan bergegas menuju bandara untuk menunggu kedatangan kekasihnya bersama dengan keluarga Dika. Sesampainya di bandara, suasana hati Intan benar-benar bahagia. Waktu menunjukkan pukul 17.00 sore. Seharusnya pesawat yang ditumpangi Dika sudah tiba di bandara satu jam yang lalu. Perasaan Intan benar-benar campur aduk. Dia sangat gelisah, cemas dan khawatir tentang kekasihnya yang belum juga memberinya kabar. Intan mencoba untuk menghubungi Dika melalui panggilan telpon, namun tidak juga ada jawaban.

Tak lama kemudian dari pihak bandara memberikan informasi tentang kecelakaan pesawat dari tujuan Kalimantan Barat menuju Jakarta. Itu adalah pesawat yang ditumpangi oleh Dika. Pesawat mengalami kecelakaan karena cuaca yang buruk. Saat ini dari pihak penerbangan sedang menindaklanjuti kecelakaan pesawat tersebut.

Dika menjadi salah satu daftar nama korban meninggal dari kecelakaan pesawat tujuan Kalimantan Barat-Jakarta. Mendengar hal itu Intan dan keluarga Dika sangat histeris. Kesedihan Intan semakin bertambah ketika melihat sosok laki-laki yang sangat dicintainya hanya terdiam dan sudah tidak bernyawa lagi. Keluarga Dika sangat terpukul atas kejadian ini. Mereka tidak menyangka kalau Dika akan meninggalkan mereka untuk selamanya.

Sekarang rencana pertunangan Intan dan Dika hanya sebuah impian semata. Semenjak Dika menghilang jauh dari pandangan matanya, Intan belum bisa melupakan sosok Dika, laki-laki yang berhasil mencintainya dengan tulus. Hingga kini, belum ada yang bisa menggantikan posisi Dika didalam hati Intan. Dika masih menjadi satu-satunya laki-laki yang membuat dirinya percaya kalau cinta sejati itu ada.

 

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Usaha

Rumah Kedua

CINTA BERSEMI DI KKN