Melupakan
Kamis, 28 Juli 2022.
Melupakan
Seorang pria tersentak, tiba-tiba ia menghentikan laju motornya. Yang
terlintas dipikirannya adalah penghianatan yang dilakukan oleh tunangannya. “Nggak
habis pikir, kok dia tega menghianati aku?” gumam Rio dalam hati. Rio nama pria
itu, dia merasa setelah Ranti, mantan kekasihnya kuliah di Jakarta dia banyak berubah.
Teringat kembali pertengkaran Rio dengan Ranti saat Ranti pulang ke
desanya. Mereka bertengkar karena Rio mendengar kalau di Jakarta Ranti dekat dengan pria
lain. Ranti membenarkan perihal semua itu. “Aku ingin kita putus karena aku sudah
mendapatkan pria yang lebih dari, dan lebih segalanya dari kamu”, itulah perkataan Ranti waktu itu.
Dari tadi Rio berpikir mencari jawabannya dan dia selalu menemui
jalan buntu. Rio menyalakan motornya, dia memutuskan untuk kembali ke rumah. Untuk
sejenak beristirahat dan akan membicarakan dengan orang tuanya tentang
kelanjutan hubungan mereka.
“Ya udah to le, kalau memang benar begitu, mungkin kalian belum
berjodoh.”
Rio terdiam mendengar perkataan ibunya.
“Ternyata benar yang dikatakan oleh bapak, kalau cari pasangan itu
harus hati-hati. Jangan hanya asal lihat cantiknya. Sekarang terbukti kan omongan
bapak? Biar nanti bapak dan ibu yang akan silaturahmi ke rumah orang tua Ranti untuk
membicarakan hubungan kalian yang tidak bisa dilanjutkan.”
“Kamu yang sabar yo le, ibu yakin Allah akan memberi pengganti yang
lebih baik untuk kamu.” Tutur ibu Rio lagi.
“Mudah-mudahan ya bu?” Tutur bapak sambil menepuk Pundak Rio.
“Ora usah digeloni yo le?”
Sesaat Rio masih terdiam. Di pelupuk matanya masih terbayang wajah
Ranti, gadis pujaannya yang dia kenal sejak dari Sekolah Menengah Pertama. “Tapi
ya sudahlah dia lebih memilih orang lain”, batin Rio lirih.
Setelah kejadian itu, Rio masih tampak murung. Kedua orang tuanya
ikut sedih melihatnya. Rio memang belum bisa melupakan sosok Ranti. Apalagi saat
mendengar cerita orang-orang di desanya. Mereka ngomongin tentang pacar baru
Ranti, kata mereka pacar Ranti orangnya ganteng, tajir dan masih banyak lagi, pokoknya hebat. Hati Rio semakin pedih dan sakit mendengarnya.
Orang tuanya sangat khawatir melihat kondisi Rio. Mereka meminta
pendapat pamannya. Saran pamannya, lebih baik Rio tinggal dengannya sementara
di Surabaya.
Rio dijemput oleh pamannya dan akan tinggal di Surabaya selama
beberapa waktu. Paman Rio hanya tinggal dengan bibi, karena hingga saat ini
mereka belum dikaruniai seorang anak. Saat orang tua Rio akan menitipkannya
kepada mereka, mereka sangat senang karena sebentar lagi mereka tidak kesepian
lagi.
Paman dan bibinya mempunyai usaha toko sembako yang cukup besar. Setiap
hari tokonya ramai didatangi pelanggan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Rio
merasa betah dan senang tinggal bersama paman dan bibinya. Setiap pagi dia selalu
membantu paman di tokonya dan pulang hingga sore hari. Paman dan bibi merasa
senang karena sepertinya Rio sudah bisa melupakan Ranti.
Paman menyarankan agar Rio melanjutkan kuliah di Surabaya. Pendaftaran
mahasiswa baru telah dibuka. Rio akan mandaftar di salah satu Universitas
terbaik yang ada di Surabaya. Rio mengikuti tes seleksi, dia berhasil lolos dan
diterima di Universitas Airlangga. Dia termasuk anak yang cerdas. Disini Rio
kuliah sambil membantu paman dan bibinya di toko sembako.
Orang tua Rio merasa senang dan bersyukur mendengar kabar baik ini.
Rio semakin asyik dengan rutinitas barunya. Sebelum berangkat kuliah, dia
membantu pamannya di toko. Pamannya merasa terbantu dengan adanya Rio. Kadang Rio
membantu paman mengantarkan barang-barang pesanan pelanggannya. Warung sembako
pamannya semakin laris. Paman dan bibi semakin sayang pada Rio, bagi mereka Rio sudah
dianggap seperti anak sendiri.
Sore itu saat toko akan tutup, tiba-tiba ada seseorang datang
menghampirinya.
“Maaf, ada minuman kemasan?”
Rio menyodorkan sebotol air mineral.
“Maaf mas saya numpang tanya, apakah di dekat sini ada bengkel?”
“Mbaknya cari bengkel ada perlu apa?”
“Mobil saya mogok mas.” Jawab wanita itu sambil menunjuk ke ujung
jalan.
“Oh iya nanti saya bantu mbak.”
Setelah menutup toko, Rio mengendarai motornya menuju arah barat. Tak
berapa lama Rio sudah datang dan membonceng Satrio. Pemuda itu bernama Satrio,
kerabat bibinya. Dia segera memperbaiki mobil wanita itu dan membantu memperbaikinya.
Komentar
Posting Komentar