Mengapa Tingkat Pemahaman Membaca di Indonesia Terbilang Rendah? Apa saja Faktor yang mempengaruhinya?
Minggu, 10 Juli 2022.
Mengapa Tingkat Pemahaman Membaca di Indonesia
Terbilang Rendah? Apa saja Faktor yang mempengaruhinya?
Berbicara soal pemahaman membaca di Indonesia sangat erat kaitannya
dengan minat membaca. Membaca sendiri dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang
dilakukan oleh seseorang dengan melihat tulisan atau teks dalam bacaan guna
memperoleh ilmu pengetahuan. Minat membaca (reading interest) merupakan
suatu keinginan seseorang untuk membaca dengan kemauan sendiri tanpa
keterpaksaan. Di Indonesia permasalahan pemahaman membaca terbilang rendah
karena kurangnya minat membaca dari masyarakat. Dalam membaca tidak hanya
sekedar melihat tulisan atau teks bacaan saja, akan tetapi lebih kepada proses pemahaman
membaca. Dalam hal ini seseorang yang memiliki pemahaman membaca mampu untuk mengetahui,
memahami dan mengerti isi dari bacaan agar bisa diimplementasikan dalam
kehidupan sehari-hari. Permasalahan rendahnya tingkat pemahaman membaca di Indonesia
dikarenakan minat membaca masyarakat yang rendah.
Berdasarkan data UNESCO, Indonesia menempati urutan kedua dari
bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Minat baca masyarakat
Indonesia terhitung memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya dari dari 1.000 orang
Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. Riset berbeda bertajuk World’s
Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut
State University pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki
peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis dibawah Thailand (59)
dan diatas Bostwana (61). Padahal dari segi penilaian infrastuktur untuk
mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa. (www.suarasurabaya.com)
Beberapa hasil riset terkait minat membaca di Indonesia tersebut dapat
kita simpulkan bahwa minat membaca masyarakat Indonesia rendah. Adapun faktor-faktor
yang mempengaruhi rendahnya minat membaca di Indonesia dapat kita simpulkan
dari beberapa sumber dan fakta yang ada, antara lain:
Faktor Internal
Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri. Tidak
adanya kemauan, keinginan dan motivasi dalam diri sendiri untuk membaca karena tidak
adanya minat untuk membaca dari dirinya.
Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri
seperti keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat dan sarana prasarana.
Keluarga
Dalam hal ini keluarga menjadi faktor penting dalam meningkatkan
minat membaca. Akan tetapi faktanya masih banyak di lingkungan keluarga
terutama orang tua tidak menanamkan tradisi membaca di rumahnya. Bagi seorang
anak, orang tua adalah tempat pembelajaran yang pertama akan tetapi masih banyak
orang tua yang belum mengajarkan kepada anak-anaknya tentang pentingnya membaca
dan memberikan contoh yang benar agar mereka mempunyai minat membaca. Contohnya
orang tua sekarang lebih suka menghabiskan waktunya untuk bermain gawai
dan media sosial daripada membacakan buku cerita untuk anaknya. Sikap orang tua
yang acuh terhadap pentingnya membaca akan berpengaruh pada rendahnya minat
membaca.
Sekolah
Sekolah menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya minat
membaca siswa. Dapat kita amati sekarang, dalam dunia Pendidikan masih ada
beberapa guru yang belum bisa memaknai pentingnya membaca. Hal itu dapat
dilihat dari proses pembelajaran di dalam kelas dan di luar kelas. Pembelajaran
di kelas lebih sering berpusat pada guru, artinya guru sebagai sumber belajar
bagi siswanya dan siswa hanya mendengarkan materi tanpa adanya proses membaca
didalamnya. Selain itu kurangnya sarana dan prasarana seperti kelengkapan buku
dan kenyamanan perpustakaan di sekolah dapat
berpengaruh pada rendahnya minta membaca siswa.
Lingkungan masyarakat
Kurangnya peran Lembaga masyarakat atau Dinas terkait dalam mensosialisasikan
pentingnya membaca dan manfaatnya dapat menjadi faktor yang mempengaruhi
rendahnya minat membaca masyarakat. Selain itu, kurangnya penyediaan fasilitas
membaca seperti perpustakaan daerah atau perpustakaan keliling serta layanan
pojok baca membuat masyarakat sulit menjangkau bahan bacaan.
Bagaimana
Solusi atau Upaya dalam menangani Problematika tersebut?
Menumbuhkan minat membaca dalam diri. Dalam hal ini kita harus sadar akan pentingnya membaca dan manfaat
yang diperoleh ketika membaca. Kita harus berupaya membangun kebiasaan gemar
membaca. Contohnya mulai dari membaca buku-buku yang ringan dan yang disukai.
Menumbuhkan minat membaca di lingkungan keluarga. Dalam hal ini orang tua bisa memberikan contoh kebiasaan membaca
seperti membacakan cerita anak dan membuat kesepakatan jam wajib membaca untuk
setiap anggota keluarga. Selain itu orang tua bisa memberikan fasilitas seperti
buku cerita dan bacaan anak serta mengajak anak untuk berkunjung ke perpustakaan
dan tempat-tempat yang menyediakan banyak buku untuk dibaca sebagai upaya dalam
menumbuhkan minat membaca anak.
Menumbuhkan minat membaca di lingkungan sekolah. Dalam hal ini guru sebagai tokoh yang berperan penting dalam
menumbuhkan minat membaca siswa harus selalu memberikan pemahaman tentang
pentingnya membaca dan manfaatnya disertakan dengan contoh agar menjadi
kebiasaan baik bagi siswa. Selain itu dalam proses pembelajaran guru bisa
menerapkan suatu model pembelajaran guna menumbuhkan semangat dan kebiasaan
membaca. Contohnya seperti penerapan model reciprocal learning (pembelajaran
berbalik) dalam suatu mata pelajaran, dimana dalam model pembelajaran ini siswa
yang menjadi sumber belajar dan pusat pengetahuan untuk teman-temannya. karena
dalam penerapan model pembelajaran ini siswa diminta untuk membaca materi
terlebih dahulu kemudian mampu menyampaikan materi di depan teman-temannya.
Menumbuhkan minat membaca di lingkungan masyarakat. Dalam hal ini Pemerintah bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan
Kota serta Dinas yang terkait mempunyai peran penting dalam meningkatkan minat
membaca bagi masyarakat. Contohnya seperti mengadakan sosialisasi tentang
pentingnya membaca dan manfaatnya, menyediakan perpustakaan daerah di setiap kecamatan
atau desa, melaksanakan layanan pojok baca bagi masyarakat, melaksanakan
pelayanan perpustakaan keliling di lingkungan masyarakat yang bertujuan untuk
memfasilitasi masyarakat khususnya anak-anak dalam belajar membaca, mendekatkan
bahan bacaan untuk masyarakat dan memudahkan masyarakat dalam mengakses
perpustakaan.
Memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar. Dalam hal ini kita bisa memanfaatkan gawai sebagai media
belajar secara bijak dan sesuai kebutuhan. Contohnya sebagai orang tua kita
bisa membantu anak dalam belajar membaca cerita atau materi pelajaran dari gawai
karena penggunaan buku elektronik yang bergambar dapat menarik minat anak untuk
gemar membaca.
Jadi, rendahnya tingkat pemahaman membaca di Indonesia dapat
dilihat dari minat membaca masyarakat yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari dalam maupun dari luar. Adapun solusi untuk menangani problematika
tersebut diperlukan upaya, peran, kerjasama dan dukungan dari seluruh Lembaga dan
Dinas terkait dalam menumbuhkan minat baca masyarakat melalui pelaksanaan
program-program peningkatan minat membaca masyarakat. Dalam hal ini yang paling
penting adalah kita harus menghilangkan budaya malas membaca dan menggantinya
dengan budaya gemar membaca.
membiasakan hal-hal yang tidak terbiasa memang sulit ya mbak, budaya ini memang tidak mudah, karena kita terutama para siswa lebih senang menonton dari pada membaca.
BalasHapusIya kak benar sekali.
HapusMembudayakan membaca emang mesti dimulai dari mereka masih usia dini. Peran orang tua sangat penting. Terutama ibu sebagai perpustakaan pertama orangtua.
BalasHapusIya kak sebagai madrasah yang pertama orang tua harus memberikan contih. Karena anak akan meniru apa yang dilihat.
HapusPR yang lumayan cukup berat bagi orang tua dalam meningkatkan minat baca pada anak. Terutama anak-anak yang sudah memasuki sekolah dasar dan kecanduan game online dan sejenisnya.
BalasHapusIya kak sebagai orang tua di zaman sekarang tanggung jawabnya semakin berat apalagi karena teknologi selalu berkembang mengikuti zaman dan sesuai kebutuhan.
HapusAku sudah menerapkan minat bc ke anakku sesuai solusindi atas. Mantap tulisnnya real sm kondisi saat ini
BalasHapusWah keren sekali kak. Semangat kak. Semoga minat membaca anak anak kakak semakin meningkat. Terimakasih banyak kak.
HapusIya saya lihat bahkan untuk guru saja yang rutin dan terbiasa baca masih sedikit
BalasHapusIya kak jadi sebagai guru harus selalu berupaya melatih siswanya untuk membaca di setiap mapelnya.
HapusMinder banget deh baca tulisan manteup begini. Kelihatan banget risetnya berhari-hari. Semogaaa aku bisa nyusul kayak begini juga lah
BalasHapusJangan minder mel aku juga masih belajar. Tulisan kamu juga keren keren kok. Aku suka bacanya. Semangat terus mel. Kita sama sama belajar untuk sukses.
Hapusbisa karena terbiasa, terbiasa karena dibiasakan, memerlukan kerjasama banyak pihak sih untuk membiasakan membaca, setidaknya kita mulai dari diri sendiri dulu
BalasHapusIya kak karna yang utama itu kemauan dan kesadaran akan pentingnya membaca dari diri sendiri.
HapusSaya sendiri mengalami, ortu dari kecil membiasakan membaca. Tapi ketika sekolah punya teman yg ngga suka baca, jadi hilang sendiri kebiasaan itu. Tapi Alhamdulillah ketika bekerja kembali pada lingkungan teman yang suka baca. Dan akhirnya di usia sekarang yg boleh dibilang telat, baru berani belajar buat tulisan.
BalasHapusIya kak untuk selalu belajar tidak pernah ada kata terlambat kak. Jadi tetap semangat untuk melakukan hal hal baik dan bermanfaat kak.
Hapusiya bener apalagi anak kecil, memyerap informasi dari orang tua dan lingkungan nya seperti spon yang menyerap air, kalau keluarga tidak menghidupkan budaya membaca, kecil kemungkinan anak-anak akan gemar membaca. ini PR kita bersama
BalasHapusIya kak tepat sekali kak.
HapusFaktor internal kalau bagi saya itu sangat berpengaruh besar. Jika motivasinya kuat halangan faktor eksternal insya Allah bisa dihadapi karena niat yang kuat
BalasHapusIya kak tepat sekali kak.
BalasHapusFaktor Internal Itulah paling penting
BalasHapus