Perjodohan
Senin, 11 Juli 2022.
Perjodohan
Hari ini tepat satu tahun Roman dan Tisa menjalin hubungan. Hubungan
keduanya belum diketahui oleh kedua keluarga masing-masing. Kedekatan mereka
berdua berawal sejak mereka berdua menjadi rekan kerja di perusahaan yang sama.
Karena terbiasa bertemu dan menjadi rekan kerja, muncul benih-benih cinta
diantara mereka berdua. Keduanya sama-sama berkomitmen untuk merahasikan hubungan mereka dari keluarga masing-masing hingga mereka berdua
siap dan menemukan waktu yang tepat untuk memberitahukan hubungan mereka.
Hari ini adalah hari yang tepat yang sudah mereka sepakati untuk sama-sama
memberitahukan hubungan mereka dengan keluarganya.
“Mah, ada yang mau Roman obrolin ke mamah..,” ucap Roman di tengah
makan malam keluarga.
“Iya nak, soal apa?”, tanya mamah Roman.
“Begini mah, sebenernya Roman udah punya pacar dan kita udah pacaran satu tahun. Roman minta maaf kalau Roman
baru bilang ke mamah sekarang karna Roman nunggu waktu yang tepat. Roman serius
sama pacar Roman mah, dan rencananya Roman mau ngelamar pacar Roman bulan
depan. Gimana menurut mamah? mamah setuju kan?”
Seluruh anggota keluarga yang ada di ruang makan terkejut mendengar
perkataan Roman terutama mamahnya. Mamahnya baru mengetahui kalau anak pertamanya
ternyata sudah mempunyai kekasih.
“Begini nak, mamah setuju aja kalau kamu deket sama siapapun, tapi
ada hal penting yang belum kamu tahu. Ini soal wasiat papah untuk kamu.”
“Maksud mamah gimana?”
“Maaf nak kalau mamah baru bisa bahas soal ini ke kamu, mamah
nunggu waktu yang tepat sesuai wasiat papah. Sebelum papah meninggal, papah
bilang kalau papah sudah menjodohkan kamu sama anak sahabatnya. Minggu depan
sahabat papah dan anaknya akan datang kesini untuk membahas pertunangan kalian.”
“Itu artinya Roman harus menikah dengan wanita yang dijodohkan sama Roman
mah?”
“Iya nak, mamah minta maaf. Mamah cuman mau jalanin wasiat papah
kamu.”
Roman pergi meninggalkan meja makan dan langsung menuju ke
kamarnya. Roman benar-benar terkejut dan bingung mendengar perkataan mamahnya
tadi di ruang makan. Roman belum bisa mencerna semua perkataan mamahnya perihal
perjodohan itu. Perasaannya begitu campur aduk malam ini. Tiba-tiba ponselnya
berdering, Tisa kekasihnya menghubunginya melalui panggilan telepon.
“Assalamualaikum sayang, ada yang mau aku obrolin soal hubungan
kita.”
Sejenak Roman terdiam mendengar suara lembut dari kekasihnya. Dia benar-benar
bingung harus menjawab apa. Roman tak menyangka jika hubungan yang sudah ia
jalani satu tahun dengan kekasihnya harus berahir karena perjodohan.
“Sayang, kamu masih di situ kan?”, tanya Tisa kembali.
“Iya sayang gimana?”
“Tadi aku udah bilang ke orang tua aku soal hubungan kita. Terus kata
mereka, mereka mau ketemu sama kamu. Kira-kira kamu bisa ke rumah kapan?”
Roman kembali terdiam mendegar pertanyaan kekasihnya. Dia benar-benar
bingung harus menjawab apa. Dia tidak ingin menyakiti hati wanita yang
dicintainya.
“O.. iya sayang. soal itu nanti kita bahas lagi ya. Ini aku lagi
ada kerjaan yang harus aku selesaiin, jadi sekarang nggak bisa ngobrol lama-lama.
Udah dulu ya sayang, Assalamualaikum.”
Roman menutup panggilan telepon, obrolan keduanya berakhir dengan tanpa
kejelasan. Pikiran Roman benar-benar buntu ketika harus membahas hubungannya dengan
kekasihnya. Bagi Roman ini adalah posisi yang sulit, bagaimana bisa dia harus
memilih diantara kedua orang yang sangat dia cintai?. Dia tidak ingin
mengecewakan mamah dan papahnya, disamping itu dia juga tidak ingin menyakiti
hati kekasihnya?.
Tiga puluh menit setelah Roman menutup teleponnya, dia mengirimkan pesan
singkat untuk kekasihnya.
“Sayang besok kita ketemu di jam makan siang ya.”
Keesokan harinya di jam makan siang, Roman dan Tisa bertemu di
kantin kantor.
“Sayang, aku mau ngobrol soal hubungan kita.” Ucap Roman.
“Iya sayang, gimana?”
“Sebelumnya aku minta maaf sama kamu, kita nggak bisa lanjutin
hubungan kita. Aku bener-bener minta maaf.”
“Jadi, maksud kamu kita putus? kenapa? kita ada masalah? coba deh
kamu bilang kalau aku ada salah sama kamu?.”
Tisa menyerbu dengan banyak pertanyaan untuk kekasihnya.
“Enggak sayang, kamu nggak ada salah apa apa. Ini soal keluarga aku.
Ternyata sebelum almarhum papah aku meninggal papah aku udah jodohin aku sama
anak sahabatnya. Aku baru tau soal perjodohan ini tadi malam dari mamah.”
Sejenak suasana berubah menjadi hening. Tisa benar-benar terkejut
mendengar penjelasan dari kekasihnya. Hatinya benar-benar hancur dan terluka,
perasaan yang dulu pernah dia alami kembali menghampirinya. Tak terasa ternyata
air mata menetes dari wajah wanita yang duduk di depan Roman.
“Sayang, kamu kenapa? kamu nangis? aku minta maaf kalau aku salah,
aku bener-bener nggak bermaksud buat kecewain kamu apalagi nyakitin kamu?”
“Enggak, aku nggak papa. Kamu nggak salah kok. Aku bisa ngerti
posisi kamu. Kamu pasti bingung kan harus milih aku atau mamah kamu? aku ngerti
gimana posisi kamu. Kamu harus penuhin wasiat almarhum papah kamu, karna itu
salah satu bentuk berbakti kamu sama orang tua kamu. Soal aku dan orang tuaku
nanti biar jadi urusan aku, kamu nggak perlu kuatir. Kamu tau aku kan? aku
wanita kuat. Aku pasti bisa jalanin semuanya” Ucap Tisa seraya meyakinkan
dirinya baik-baik saja di depan laki-laki yang dia cintai.
Siang ini Roman dan Tisa harus mengakhiri hubungan mereka berdua. Roman
harus menjalankan wasiat dari almarhum papahnya untuk dijodohkan dan menikah dengan
anak dari sahabat papahnya. Sedangkan Tisa harus kembali mengikhlaskan seseorang
yang dia cintai untuk yang kedua kalinya.
Komentar
Posting Komentar