Semoga Berjodoh
Selasa, 26 Juli 2022
Semoga Berjodoh
Di sebuah ruangan yang nyaman, berderet buku-buku keilmuan dan beberapa
novel yang menjadi daya tarik bagi ruangan yang berukuran tidak cukup besar
ini. Disitulah kedua saudara kembar sedang menyiapkan barang bawaan mereka
untuk pergi esok hari. Rena dan Runa adalah saudara kembar. Mereka akan
melakukan perjalanan ke Yogyakarta untuk menghadiri seminar umum yang diadakan
oleh salah satu Universitas ternama yang
ada di Yogyakarta sebagai bahan tugas kuliahnya nanti. Selain itu, sebenarnya
juga ada tujuan lain Rena dan Runa pergi ke sana, yaitu mereka sekalian akan
mengunjungi sahabat mereka dulu, dia bernama Mily. Mily tinggal di salah satu daerah dekat
dengan Universitas yang akan mereka kunjungi.
Sekitar setengah hari, Rena dan Runa sampai di Stasiun Tugu dekat
dengan rumah Mily. Tak lama kemudian Mily datang menjemput dan mengajak mereka
berdua pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah Mily, Rena dan Runa disambut
sangat baik oleh keluarga Mily. Ini adalah pengalaman pertama untuk Rena dan
Runa pergi ke Yogyakarta. Mereka bertiga bertemu saat Mily datang berlibur ke
rumah kakek neneknya di kota Rena dan Runa. Saat ini adalah waktu yang tepat
untuk berkunjung ke Yogyakarta untuk bertemu dengan MIly.
Keesokan harinya mereka bertiga sudah bersiap-siap hendak berangkat
ke tempat seminar. Seminar akan dimulai pukul sepuluh pagi. Mereka bertiga
berangkat ke tempat seminar diantar oleh Ayahnya Mily menggunakan mobil. Kira-kira
membutuhkan waktu kurang lebih tiga puluh menit perjalanan dari rumah Mily
menuju ke kampus tempat seminar itu.
Setibanya di kampus, mereka bertiga kebingungan mencari-cari dimana
ruangan untuk seminar karena memang ini bukan kampus mereka bertiga. Kebingungan
mereka ternyata terlihat oleh seorang laki-laki yang berdiri di dekat mereka
dengan penampilan yang rapi, tampan dan berkharisma. Penampilannya mirip
seperti seorang dosen muda.
“Eh itu kayaknya dosen di kampus ini deh? Kita tanya aja dimana
ruang seminarnya? Kalau dia dosen, dia pasti tahu.” Ungkap Rena.
“Iya kamu bener dia pasti tahu dimana ruangan seminar itu kalau dia
benar-benar dosen."
“Maaf Pak, kami mau tanya ruangan untuk seminar di mana ya Pak?” Tanya Mily.
“Oh kebetulan saya juga mau ke sana. Mari silahkan akan saya antar
ke sana.”
“Baik Pak terimakasih. Maaf kalau mungkin kami merepotkan.”
“Tidak apa-apa mbak….,”
Rena, Runa, MIly dan laki-laki itu sampai di depan ruang seminar.
“Silahkan mbak-mbak semua masuk ke ruang seminar dulu, acaranya
sebentar lagi akan segera dimulai.”
Tak lama acara seminar dimulai. Karena seminar umum jadi antusias
masyarakat begitu besar. Selain itu peserta seminar yang hadir juga dari banyak
kalangan seperti mahasiswa, pendidik dan lainnya dari daerah masing-masing. Seminar
dipimpin oleh seorang dosen muda sekaligus moderator dalam acara seminar ini.
“Eh itu kok kayak laki-laki tadi ya?” Tanya Rena sambil menunjuk ke
arah laki-laki yang tengah berdiri di depannya itu.”
“Eh iya kamu bener. Jadi laki-laki tadi itu bener-bener dosen ya? Pantes aja
penampilannya persis dosen.”
Acara seminar berlangsung selama dua jam.
Pak Arsyad benar-benar menjadi seorang moderator yang hebat dan
keren tadi. Dia mampu membantu jalannya acara seminar dengan lancar dan tertib.
Setelah mereka bertiga selesai mengikuti seminar, mereka bertiga
menuju ke tempat makan karena kebetulan sudah jam makan siang. Tanpa disengaja
entah ini adalah rencana tuhan atau takdir dari tuhan. Mereka bertiga kembali
bertemu dengan Pak Arsyad, seorang dosen muda yang pintar, tampan, berkharisma
dan ramah.
Rena benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangan matanya dari
sosok laki-laki yang berhasil membuatnya kagum sejak acara seminar tadi. Bagi Rena,
Pak Arsyad ini seperti laki-laki idaman yang selalu ia impikan. Dia berharap Pak
Arsyad adalah seorang laki-laki yang dikirimkan oleh tuhan untuk menjadi
pendamping hidupnya kelak.
“Eh Ren, kamu kenapa? Dari tadi ngelamun aja.”
“Enggak Mil, nggak papa.”
“Jangan bilang kalau kamu naksir sama Pak Arsyad? Iya Ren?” Ungkap
Mily membangunkan Rena dari lamunannya saat itu.
“Kamu ngomong apaan sih? Enggak kok, aku cuman kagum aja sama dia.”
Rena benar-benar bersyukur karena takdir berhasil membawanya pada
pertemuan yang tidak disengaja dengan laki-laki itu. laki-laki yang bernama
Arsyad, seorang dosen di kampus tempat Rena, Runa dan MIly mengikuti seminar.
Komentar
Posting Komentar