Versi Terbaik
Selasa, 12 Juli 2022.
Versi Terbaik
Radit dan Rima sudah mengakhiri hubungan mereka sejak satu tahun
lalu. Hubungan keduanya berakhir karena radit lebih memilih menjalin hubungan
dengan wanita yang baru dia kenal di lingkungan kerjanya. Wanita itu bernama
Siska. Radit memutuskan hubungannya dengan Rima karena dulu dia merasa kalau
Rima sering tidak ada waktu untuknya, dia selalu sibuk dengan usaha butiknya.
Rima menerima keputusan Radit untuk putus dengannya, dia sadar karena
kesibukannya mengurus butik membuat dirinya tidak bisa menghabiskan waktu
dengan kekasihnya.
Setelah satu tahun hubungan mereka berakhir, Rima dan Radit
dipertemukan kembali. Kali ini mereka bertemu dengan versi terbaik dari mereka.
Rima sudah menjadi pengusaha muda, butiknya sudah berkembang lebih besar dari
sebelumnya. Sedangkan Radit juga sudah menjadi seorang Direktur Utama di
kantornya.
Mereka bertemu di sebuah café ketika keduanya sama-sama sedang meeting
dengan rekan kerja masing-masing.
“Kok itu kaya Rima ya? bener nggak si? apa cuman mirip aja?”, gumam
Radit dalam hati.
Setelah Radit selesai meeting, dia menghampiri seorang
wanita yang tengah duduk sendirian di meja nomer 8. Setelah didekati, ternyata
wanita itu adalah Rima, masa lalunya.
“Maaf, Rima bukan ya?”, tanya Radit sedikit ragu.
Penampilan Rima benar-benar banyak perubahan. Dia semakin terlihat
cantik, elegan dan fashionable.
“Iya, saya Rima. Maaf siapa ya?”, jawab Rima bingung.
Rima benar-benar tidak mengingat laki-laki yang menyapanya,
usahanya untuk melupakan laki-laki di masa lalunya mungkin cukup berhasil.
“Aku Radit Rim, kamu lupa sama aku?”
Sejenak Rima terdiam, dia sedang berusaha mengingat kembali siapa
Radit.
“Oh.. Radit, maaf aku agak lupa karena penampilan kamu bener-bener
berubah, aku sampe nggak bisa ngenalin kamu.”
“Iya gapapa Rim, oiya apa aku boleh ikut gabung?”
“Boleh, silahkan.”
“Kamu gimana kabarnya Rim?”
“Alhamdulillah aku baik, kamu sendiri gimana?”
“Alhamdulillah baik juga. Kamu lagi ada janji sama seseorang?”
“Tepatnya client aku sih, dia mau liat contoh model gaun dan
harusnya hari ini kita mau bahas itu. Tapi tadi dia ngabarin kalo dia minta reschedule
karna dia ada keperluan mendadak.”
“Oh gitu, kayaknya usaha butik kamu udah semakin berkembang ya?”
“Alhamdulillah, Oiya kamu kesini nggak sama Siska?”
“Enggak, aku juga tadi meeting sama client. Aku juga
udah putus sama Siska, dia selingkuh dari aku.”
“Maaf ya, aku nggak tau soal itu.”
“Iya Rim gapapa, oiya apa sekarang udah ada seseorang yang berhasil
mengisi hati kamu?”
“Maksud kamu pacar?”
“Iya, aku minta maaf ya dulu aku udah ninggalin kamu demi Siska,
wanita yang ternyata nggak baik buat aku.”
“Iya, soal itu lupain aja. kamu yang sabar ya, kamu pasti akan
menemukan wanita yang terbaik buat kamu.”
“Iya Rim, oiya pertanyaanku yang tadi belum kamu jawab?”
Tiba-tiba Rima mendapat panggilan dari seseorang, Rima langsung
mengangkatnya.
“Kamu udah sampe di depan café? kamu langsung masuk aja aku duduk
di meja nomer 8.”
Radit masih memikirkan siapa yang menelpon Rima tadi.
“Sayang”, panggil suara dari belakang Rima.
“Eh kamu udah sampe. Sayang, kenalin ini temen aku Radit. Dan
Radit, ini tunangan aku, Devon.”
Radit dan Devon keduanya saling berjabat tangan dan memperkenalkan
diri masing-masing.
“Saya Devon, tunangan sekaligus calon suami Rima.”
Ketiganya cukup lama mengobrol di café. Rima bercerita kalau
sebentar lagi dia dan Devon akan segera menikah. Radit benar-benar bingung, dia
tidak menyangka jika ternyata Rima akan segera menikah dengan laki-laki yang
duduk di depannya.
Semenjak pertemuan tadi, Radit jadi mengerti kalau Rima benar-benar
sudah melupakannya. Sebentar lagi Rima akan menikah dengan laki-laki terbaik
yang sudah Allah siapkan untuknya, dia adalah Devon.
Komentar
Posting Komentar